Minggu, 10 Juli 2011

BALE BENGONG

“Melajah Melali”

Berita tentang study tour atau perjalanan dinas untuk kepentingan mencari perbandingan di luar negeri yang dilakukan anggota DPR RI yang terhormat dengan biaya dari rakyat yang masih melarat, sering sekali diberitakan di banyak media.

Terlihat menarik, bagaimana dengan seluruh kehormatan yang dimiliki, mereka gunakan untuk menampilkan kekonyolan yang memalukan. Kekonyolan yang merupakan ekspresi dari kebodohan intelektual dari orang-orang berpendidikan tinggi yang menyandang berbagai gelar akademis, tentunya menjadi faktor yang meningkatkan  derajat kemaluan mereka yang mendapat kepercayaan dari bangsa ini sebagai wakil untuk menyuarakan aspirasi rakyatnya.

Komisi8@yahoo.com saat ini menjadi bahan olok-olok bagi anggota rombongan Komisi VIII yang berkunjung ke Australia baru-baru ini. Dengan ringan dan lantang salah satu anggota rombongan menyebut kalimat tersebut sebagai eMail resmi mereka. Terlepas dari apapun alasannya menyebut alamat eMail gratisan tersebut, hal ini menunjukkan bagaimana persepsi dan apresiasi anggota dewan yang terhormat terhadap rakyatnya yang bermukim di negeri kangguru tersebut.

Dengan melakukan hal itu, mereka menunjukkan bagaimana tidak penting dan bodohnya anggota masyarakat yang mereka temui di sana, sehingga dengan seenaknya menggunakan alamat eMail gratisan sebagai kontak resmi mereka.

Pekak Putu dan Bli Nyoman Coblong yang dengan semangat berasap-asap (di musim penghujan tanpa jadwal tetap seperti sekarang ini, memang agak sulit membangkitkan semangat yang berapi-api), mengejar  berita tersebut dari internet yang dibuka dengan “Hape” lansiran China ber-chasing Eropa dengan koneksi wi-fi gratis dari warnet tetangga berkat keahlian hacker batan waru Bli Nyoman Coblong yang berhasil merayu gadis lugu penjaga warnet, dengan iming-iming akan dibelikan kuwaci dan minuman bersoda,  untuk memberikan username dan passwordnya.

Namun keduanya, akhirnya, harus lumayan tersinggung dengan berita tentang komisi VIII yang mereka dapatkan dari sebuah situs jejaring sosial.

“Behhhhh......!!! kalau begini rendah cara mereka menghargai bangsa sendiri, bagaimana bangsa ini bisa maju dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia?”  keluh Pekak Putu.

Bli Nyoman Coblong menimpali “yee....ini kan bukan satu hal yang berdiri sendiri, melainkan hasil pembodohan kolektif yang sukses membodohi dan memperbodoh yang dilakukan bangsa ini, oleh bangsa ini dan untuk bangsa ini. Jadi hal ini dari sudut pandang prinsip demokrasi adalah suatu hal yang benar.”

Mimih Ratu Betaraaaa.....!!!
Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA