Kamis, 21 Juli 2011

GELIAT

Bazaar Koperasi Wanita “Bali Krya Pertiwi”
Suasana Meriah, Pengunjung Betah

Eksplore kemampuan wanita! Sebuah tujuan mulia yang diusung  Koperasi Wanita “Bali Krya Pertiwi” (Kopwan Bakti) saat menyelenggarakan bazaar di area parkir timur Lapangan Bajra Sandhi Denpasar, Minggu, 12 Juni lalu. Bazaar diadakan sekaligus untuk memperingati Hari Anti Narkoba Internasional, Hari Anak Nasional dan Hari Koperasi.

Sejak pagi saat baru buka, kemeriahan bazaar mulai terlihat. Masyarakat tampak antusias melihat-lihat berbagai stand.   Beberapa pengunjung wanita, sibuk melihat-lihat baju di stand fashion. Sebagian lagi berkerumun di stand kuliner ayam betutu, bakso atau aksesoris.  Stand di bazaar memang tergolong komplit, meliputi  stand kuliner, fashion, obat tradisional, produk spa, buku dan motor, membikin pengunjung betah berlama-lama. 

“Kegiatan bazaar ini,  untuk mengeksplore kemampuan anggota koperasi. Anggota  yang memiliki usaha, misalnya kerajinan atau kuliner, jadi mempunyai   wadah untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat,” ujar Tjok Istri Agung Wahyu Thrisna, ketua panitia sekaligus ketua koperasi Bali Krya Pertiwi (2007 – 2011).

Bazaar, lanjut Wahyu Thrisna, sudah dilakukan sejak tahun 2008. Tujuan  utamanya untuk membantu anggota dalam bidang pemasaran produk,  bagi anggota yang sudah memiliki usaha tetap. Tak hanya itu, bazaar juga bermaksud memberi dukungan kepada anggota yang baru memulai usaha, untuk mempromosikan potensi yang mereka miliki.

Beragam Even
Untuk menyemarakkan bazaar, berbagai even pun digelar. Misalnya, lomba menggambar anak-anak, yang diikuti anak-anak anggota kopwan dan non-anggota, agar bakat anak-anak bisa berkembang secara dini.  Sebagai hiburan, ada live music yang menampilkan pianis tuna netra yang mengiringi pengurus koperasi,  membawakan lagu Everything We Do, I Do It For You, yang menghanyutkan suasana.

Hingar-bingar bazaar kian terasa ketika tiba acara   fashion show.    Pesertanya adalah  anak-anak anggota kopwan yang memiliki minat di bidang modeling. Baju dan aksesoris yang dikenakan saat fashion show merupakan hasil rancangan anggota Kopwan Bakti sendiri

“Kegiatan bazaar ini dilakukan setahun sekali, jadi sekalian ajang temu keluarga besar dari Kopwan Bakti dan  sosialisasi koperasi kepada masyarakat umum. Melalui bazaar ini, tercipta hubungan erat atau sinergi. Antara Kopwan Bakti  dengan pihak pemerintah, dalam hal ini, Badan Narkotika Propinsi Bali,  Dinas Koperasi Kota Denpasar dan Dinas Koperasi Propinsi Bali,  serta dinas yang terkait seperti PD Parkir dalam hal penggunaan lahan bazaar selama ini.  Untuk donor darah, disponsori PT Permodalan Nasional Madani. Manfaat bazaar amat besar, karena anggota bisa belajar untuk berwirausaha dan mempraktekkan langsung cara-cara pemasaran,” urai Wahyu Thrisna panjang lebar.

Untuk menjadi anggota bazaar,  mutlak  harus menjadi  anggota Kopwan Bakti. Sedang syarat menjadi anggota Kopwan Bakti, ialah  : warga negara Indonesia yang usianya minimal 17 tahun, bebas dari masalah hukum, membayar iuran wajib Rp 120 ribu/tahun dan iuran pokok Rp 880 ribu satu kali saja, dilanjutkan  dengan mengisi formulir keanggotaan.  

Dihadiri Kadis Koperasi
Menjelang tengah hari, Kadis Koperasi Kota Denpasar Luh Gede Hariasih, SH., Msi., hadir. Dalam sambutannya, Hariasih menyatakan bahwa kegiatan bazaar yang dilakukan koperasi ini amat bermanfaat, sehingga usaha kuliner dan kerajinan produk anggota koperasi makin dikenal masyarakat. Bahwa, hendaknya kegiatan ini tidak bertujuan berjualan belaka, namun untuk sosialisasi agar potensi anggota koperasi bisa dilihat masyarakat Denpasar dan sekitarnya.

“Moga koperasi akan terus mensejahterakan masyarakat Kota Denpasar. Koperasi hendaknya maju dan anggotanya kian terampil demi kemajuan Kota Denpasar. Selamat berkarya. Berkarya untuk Kota Denpasar. Demi kemajuan Kota Denpasar,” kata Luh Gede Hariasih dalam sambutannya.

Kopwan Bakti
KOPERASI ini dibentuk pada 14 Januari 2007, berkantor di daerah Pedungan, Denpasar. Pembentukan koperasi, antara lain, dilatari karena keprihatinan pada usaha kecil menengah yang belum memiliki akses pasar atau permodalan, serta kurangnya kesempatan wanita dalam mengisi lowongan pekerjaan yang ada.

Visi Kopwan Bakti adalah untuk mengembangkan peranan wanita dalam membentuk meningkatkan perekonomian keluarga, meningkatkan kecerdasan, wawasan dan keterampilan  kaum wanita dalam menghadapi era globalisasi. Selain itu,  membantu pemerintah menciptakan peluang usaha dalam rangka meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Sedang misi yang diemban ialah membantu kaum wanita untuk mengembangkan potensi secara maksimal, sehingga mampu membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Misi lain yaitu,  memfasilitasi anggota untuk meningkatkan pemasaran atau pendistribusian hasil usaha.

Ananta Bali Aromatik
SALAH satu stand yang diminati pembeli adalah Ananta Bali Aromatik, yang khusus menjual beragam produk kecantikan dari bahan tradisional. Jenis produk yang ditawarkan adalah body butter, traditional lulur, cream body massage, home spa soap dan berbagai pengharum ruangan. Harga yang ditawarkan tergolong kompetitif, antara Rp 5 ribu – Rp 75 ribu.

“Bahan-bahan produk ini, semuanya dari bahan alami, seperti alpukat, kenanga, minyak nilam, bunga melati, bunga jepun,  coklat dan kopi, yang berbentuk ekstrak,” ujar Komang Wiryani, penjaga stand.

Bahan baku diperoleh dari petani penyuling atsiri di Malang, Banyuwangi,  Bogor dan Yogyakarta. Harga bahan baku amat variatif, misalnya,  minyak nilam yang dibelinya Rp 400 ribu – Rp  600 ribu  per liter. Bahan baku tidak bisa sepenuhnya mengandalkan dari petani lokal, karena ada sebagian bahan yang harus diimpor. Salah satunya minyak cendana, yang harganya Rp 7,5 juta - Rp 10 juta/liter.
Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA