Selasa, 20 September 2011

GELIAT


Indahnya Aura Pura Pajenengan Gunung Tapsai

17 Agustus lalu, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66, KSU Kharisma Madani melangsungkan soft opening unit barunya, Khama Bali Travel. Rangkaian acara tersebut diisi dengan Khama Yatra (Tirtha Yatra) ke Pura Gunung Tap Sai, Karangasem. Tirtha Yatra tersebut
diikuti oleh 96 orang dengan menggunakan tiga unit bus. Persembahyangan bersama di Pura Gunung Tap Sai, dirangkai dengan santap siang bersama di kawasan Batur, Kintamani, sambil menikmati panorama alam.

“Pesona wisata Bali memang tidak pernah habis dan selalu mengundang decak kagum wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Dan ini merupakan potensi luar biasa yang jika dikelola dengan benar, bisa mensejahterakan masyarakat khususnya yang ada di Bali. Sayangnya potensi ini kurang dilirik oleh gerakan koperasi. Belum ada koperasi yang tertarik mengembangkan unit usahanya di bidang pariwisata. Sebaliknya justru lebih banyak pemodal asing yang mengambil peluang itu. Atas dasar itu, KSU Kharisma Madani dengan gerakan koperasi yang berbasis keanggotaan, melalui unit usaha barunya mencoba untuk mengelola potensi yang ada,” papar Putu Eka Agusyasha, Direktur Khama Bali Travel di sela santap siang.

Rombongan sempat dibawa menikmati Taman Agro Wisata Alam Sari di kawasan Tegalalang Gianyar. Duduk sejenak sambil menikmati hidangan kopi luwak, perjalanan kemudian diteruskan ke objek wisata Tampak Siring. Setelah melakukan pengelukatan dan persembahyangan bersama, rombongan kembali ke Denpasar menjelang sore hari.

“Khama Yatra adalah paket wisata spiritual yang merupakan salah satu produk unggulan dari Khama Bali Travel. Selain ke Pura Gunung Tap Sai, Khama Bali Travel juga menjual paket Khama Yatra ke kawasan suci lainnya, baik yang ada di Pulau Bali maupun di luar Bali. Paket Khama Yatra tidak hanya semata-mata persembahyangan, namun juga diisi acara bersantai dan refresing,” ujar Ketut Sujani, staf Khama Bali Travel.

Selain Khama Yatra, Khama Bali Travel juga memiliki produk unggulan lain. Informasi lebih jauh, bisa membuka situs www.khamabalitravel.com, www.khamayatra.blogspot.com atau menghubungi pihak marketing di nomer (0361) 89 55 606.


Bantuan, Manjakan Subak?

23 Agustus lalu, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A ) Subak Mambal Kecamatan Abiansemal yang merupakan duta Provinsi Bali di Tingkat Nasional, dinilai. Tim penilai beranggotakan 5 orang diterima Bupati Badung A.A. Gde Agung di Balai Subak Mambal. Ikut menerima Kadis Pertanian Perkebunan dan Kehutanan I Gusti Agung Ketut Sudaratmaja, Kabag Humas dan Protokol I Wayan Weda Dharmaja, Kepala BPBD I Gusti Nyoman Adnyana, Kabag Umum I Nyoman Ngarta, Camat Abiansemal I Nyoman Suardana, Perbekel serta masyarakat setempat.



Pekaseh Subak Mambal I Made Sugiana mengungkapkan, bantuan yang diberikan pemerintah kepada subak selama ini, bukan menjadikan subak tidak mandiri, tetapi menjadi cemeti sehingga terus berupaya dan berinovasi dalam meningkatkan produksi dan tetap menjaga serta melestarikan budaya nasional berupa subak dengan berlandaskan Tri Hita Karana.

Sugiana berkeyakinan tujuan pemerintah memberikan bantuan tidak untuk memanjakan subak. Ada hal lebih penting, bahwa selama ini pendapatan asli daerah (PAD) daerah Bali pada umumnya dan Kabupaten Badung khususnya mengandalkan sektor pariwisata budaya. “Sudah sepatutnya aset-aset budaya seperti subak, diberdayakan dan dilestarikan,” ujarnya.

Sementara itu Koordinator Tim Ir. Didie Selamet Riyadi dari Kementrian Pertanian, berkeinginan melihat dan menilai serta membuktikan secara langsung P3A Subak Mambal yang telah keluar sebagai 7 besar juara nasional. “Kami ingin melihat dari dekat apakah kelompok yang selalu dimanjakan dengan diberikan bantuan-bantuan oleh pemerintah daerah betul-betul memanfaatkan dengan baik dengan pembuktian kinerja ataukah menjadi kelompok yang benar-benar manja,” katanya.


Pameran Pembangunan

Pameran Pembangunan dalam rangka meriahkan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-66, dirangkai dengan HUT Pemerintah Propinsi Bali ke-53 baru saja usai digelar di Gedung Art Centre Denpasar. Pameran berlangsung meriah diikuti tak kurang 188 peserta, terdiri dari semua instansi pemerintah di lingkungan Pemprov Bali, perwakilan dari masing-masing kabupaten dan para pelaku UKM. Pameran digelar 14 - 23 Agustus 2011 dibuka oleh Gubernur Bali Mangku Pastika.


Dengan tema “Melalui Pameran Pembangunan Provinsi Bali Tahun 2011 Kita Perkokoh Nilai-Nilai Budaya Sebagai Landasan Moral Dalam Mewujudkan Bali Mandara, diiharapkan menjadi informasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA