Sabtu, 22 Oktober 2011

CERMIN

Koppas Srinadi, Klungkung

MENGGURITA DI BERBAGAI BIDANG
 
Jika dikelola dengan baik dan profesional, bukan hal mustahil menjadikan koperasi tumbuh dan berkembang layaknya bentuk usaha lain. Ini telah dibuktikan Koperasi Pasar (Koppas) Srinadi, di Klungkung. Koperasi yang awalnya hanya mengelola unit simpan pinjam, saat ini telah tumbuh dan menggurita dalam berbagai bidang usaha tanpa meninggalkan prinsip dasar koperasi.

Koppas Srinadi yang didirikan pada Januari 1985, awalnya hanya beranggotakan para pedagang.  Seiring berjalannya waktu, jumlah nasabah terus bertambah hingga saat ini tersebar di hampir seluruh wilayah kabupaten Klungkung. Apa yang dicapai Koppas Srinadi kini, tentu bukanlah gampang. Perjuangan dan proses panjang nan berliku telah dilewati. Diperlukan ketangguhan untuk membangun koperasi di tengah persaingan dengan bbermacam bentuk usaha lain.

I Nyoman Suwirta, S.Pd, MM, Manager Koppas Srinadi Klungkung mengisahkan, di awal pendiriannya pada 1985, Koppas Srinadi hanya mengelola unit simpan pinjam. Saat ini Koppas Srinadi telah memiliki 5 unit yang tersebar di hampir seluruh Klungkung dengan berbagai unit usahanya. "Dulu anggotanya hanya pedagang, kalau sekarang masyarakat umum dari berbagai lapisan," terangnya.

Tak hanya sampai di sini. Pada tahun 2011 dan 2012 direncanakan dibentuk 4 unit baru. Pengembangan unit usaha baru disesuaikan dengan kebutuhan anggota yang notabene sebagai pedagang. Selain unit simpan pinjam, saat ini Koppas Srinadi juga mengelola unit grosir, unit swalayan, unit percetakan dan konveksi, serta unit toko swalayan bangunan.

Sentuh Kebutuhan Riil
Suwirta menceritakan, Koppas Srinadi bisa berkembang pesatseperti saat ini, karena pengembangannya selalu dilakukan dengan mempertimbakan keterkaitan langsung dengan bidang usaha anggota. Dengan demikian setiap unit usaha baru yang dikembangkan dengan cepat disambut dan mendapat tanggapan positif dari anggota. Setiap pengembangan akan memberikan dampak positif karena menyentuh kebutuhan riil anggota dan masyarakat pada umumnya.

"Sebenarnya pengembangan yang dilakukan Koppas Srinadi sama saja dengan koperasi yang lain. Sekarang bagaimana caranya untuk menjual brand. Bagaimana agar usaha kita bisa diterima masyarakat secara luas dan memberikan dampak yang positif meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat," terangnya.

Diperlukan strategi pemasaran yang berbeda untuk setiap unit usaha.  Unit simpan pinjam menerapkan sistem jemput bola dengan pelayanan di tempat. Unit grosir selain memberikan pelayanan di tempat, juga melakukan pendekatan langsung melalui kanvas. Unit swalayan mini melakukan penjualan dengan sistem eceran dengan harga bersaing. Unit konveksi dan percetakan di samping melayani penjualan umum juga melayani keperluan koparasi sendiri baik untuk keperluan percetakan maupun administrasi.

Apa yang dilakukan selama ini telah membuat Koppas Srinadi berkembang dengan sangat pesat. Pada tahun 2010 anggotanya lebih dari 10 ribu orang dengan aset lebih dari Rp 120 milyar. Jika kebanyakan koperasi karyawannya tak lebih dari 10 orang, Koppas Srinadi mempekerjakan sampai 200 orang karyawan


Unit Usaha Baru
Perkembangan pesat pada unit simpan pinjam dan unit-unit lain, tak membuat pengelola Koppas Srinadi berpuas diri. Bahkan hal ini telah memacu keinginan untuk membentuk unit usaha yang lain. Dijelaskan pada tahun 2011 hingga 2012 akan dibentuk empat unit usaha baru. Dimulai dari Supermarket yang direncanakan akan menjadi supermarket terbesar di Klungkung. Kolam renang dan wisata air, perbengkelan serta unit penyiaran. "Paling lambat awal tahun 2012 rencana ini bisa direalisasikan," ungkap Suwirta.

Dijelaskan pengembangan koperasi tak bisa hanya berorientasi pada profit. Di samping harus tetap memegang prinsip dasar koperasi, pengembangannya harus memberikan dampak positif bagi masyarakat yang ada di sekitarnya.

"Tujuan kami mengembangkan koperasi bukan hanya sebatas mencari untung. Koperasi dikembangkan untuk membantu program pemerintah mulai dari mengurangi pengangguran. Koperasi juga untuk meningkatkan pendapatan warga yang secara otomatis meningkatkan kesejahteraan, " jelasnya.

Agar bisa berkembang dengan baik dan memberikan kesejahteraan yang maksimal bagi masyarakat koperasi semestinya mampu mengelola potensi yang ada di daerah. "Untuk Koppas Srinadi kami hanya berharap jangan sampai uang masyarakat yang ada di Klungkung sampai keluar. Bahkan sebaliknya kalau bisa yang dari luarlah yang  masuk ke Klungkung," tandasnya.

Prestasi gemilang memang telah diraih Koppas Srinadi sejak 1987. Tak hanya di tingkat lokal, bahkan di tingkat nasional koperasi yang kantor pusatnya ada di Pasar Galiran, Klungkung  ini juga bisa unjuk gigi. Pada 2007 koperasi ini bukan hanya menjadi koperasi berprestasi tingkat nasional tetapi juga menerima award dari Menteri Koperasi dan UKM.

Tak hanya koperasi, pengurus serta manajer juga menerima berbagai penghargaan tingkat nasional baik dari kementerian koperasi dan juga presiden. "Sekarang koperasi kami selalu menjadi tempat studi banding. Kalau prestasi sih cukup banyak, bahkan saat ini kalau ada lomba kami sudah tidak diperkenankan lagi untuk ikut," imbuh pria kelahiran Nusa Ceningan ini.
Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA