Sabtu, 22 Oktober 2011

EDITORIAL

“Bankable”
 
Banyak pertanyaan serta masukan dari para pengurus koperasi dan pembaca Galang Kangin yang harus kami jawab setelah di edisi lalu kami sajikan problema (KUR) Kredit Usaha Rakyat, sebagai sajian utama. Masih sangat benderang, keluhan para pelaku usaha seputar sulitnya memperoleh kucuran dana untuk mengembangkan usahanya. Padahal, kalau mau kreatif, program KUR yang digulirkan pemerintah bukanlah satu-satunya jalur permodalan. Masih ada Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dari Kementerian Koperasi dan UKM yang bisa dilirik. Belum terhitung program bantuan dari departemen lain termasuk dari luar negeri yang bisa diakses.

Hanya saja, bagi para pelaku UMKM, sejauh ini peluang yang sejatinya bertebaran tersebut, masih  bagaikan mimpi di siang bolong. Begitu manis didengar namun sulit didapat. Muncul paradigma bahwa program-program bantuan itu hanyalah pepesan kosong. Apa sesungguhnya yang terjadi?

Bisa jadi karena kurangnya pemahaman dari para pelaku usaha tentang persyaratan yang harus dipenuhi. Pihak pemberi dana tentunya mempunyai kriteria dalam menggelontor dananya. Salah satunya penilaian kelayakan dan kesehatan dari sebuah unit usaha. Aspek pembukuan, selain dari aspek manajemen yang mengacu pada standar sistem akuntansi nasional. Penilaian ini harus dilakukan secara objektif, sehingga sebuah usaha bisa dinyatakan bankable.

Di sinilah peran seorang akuntan publik yang memiliki kewenangan melakukan audit. Namun sayang, tidak semua pelaku usaha memahami hal ini. Audit dianggap sebagai pemborosan. Padahal, audit bagai pemeriksaan kesehatan tubuh. Dengan melakukan general check-up, gejala penyakit bisa dideteksi lebih awal. Demikian halnya dengan audit oleh akuntan publik, gejala penyimpangan dan adanya kebocoran bisa dideteksi lebih awal.

Karena itu pulalah, di edisi kali ini kami mengupas pentingnya audit oleh akuntan publik dalam pengembangan usaha. Mengapa itu penting dan keuntungan apa yang bisa diperoleh jika sebuah unit usaha diaudit oleh akuntan publik. Nara sumber yang dipilih pun dari orang-orang yang layak didengar pendapatnya. Pandangan Dr. I Ketut Budiartha, SE, MSi, Ak, selaku akademisi, I Gede Putra Sugiartawan sebagai praktisi, Afrizal Naim mewakili kreditor, serta Wayan Sudarta yang telah menjadikan KSP Citra Mandiri, Sanur, bankable, sehingga mampu mengakses berbagai sumber dana untuk membesarkan koperasi yang dipimpinnya.

Di samping itu, bagaimana kiprah Nyoman Suwirta, SPd, MM, membawa KSU Srinadi Klungkung, menjadi koperasi terbesar di Bali dengan aset yang berlimpah, yang layak untuk disimak. Masih banyak kisah dan fakta usaha menarik yang kami sajikan untuk menginspirasi para pelaku usaha ataupun pembaca yang berencana terjun ke dunia usaha. Tak lupa, bagaimanapun kita berusaha, budaya tetaplah menjadi pijakan.  Tradisi mepandes kami sajikan di bagian akhir edisi ini.
Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA