Sabtu, 22 Oktober 2011

POTENSI

MENGATASI STRESS DALAM BEKERJA

Oleh :


LK Budi Martini, SE.,MM.



Banyak orang akan mengalami stresS saat mereka mendapatkan keadaan yang tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Banyaknya tugas dalam bekerja yang tidak diimbangi dengan keahlian atau kompetensi yang dimiliki  serta kondisi fisik yang kurang bagus, menjadi salah satu faktor penyebab munculnya stress dalam bekerja. Kondisi ini jika dibiarkan berlarut-larut akan mengakibatkan ketegangan emosi serta menurunnya motivasi kerja dan kemampuan berfikir pada seseorang.

Munculnya stress kerja dipengaruhi oleh dua faktor penting, yaitu faktor lingkungan kerja dan faktor kepribadian diri yang bersangkutan (personal). Faktor lingkungan kerja yang mengakibatkan stress biasanya dikarenakan  hubungan antarrekan kerja yang tidak harmonis, komplain pedas dari para konsumen/nasabah/pelanggan, banyaknya tugas yang belum terselesaikan atau bisa juga dikarenakan kurangnya perencanaan kerja. Sedangkan faktor kepribadian diri yang dapat menimbulkan stress kerja antara lain pengalaman pribadi yang tidak menyenangkan, atau bisa juga keadaan keluarga yang sedang tidak baik akan menjadi beban pikiran dalam menjalankan pekerjaan. Akibatnya jika kedua faktor tersebut menumpuk, dapat menimbulkan stress atau tekanan pada diri seseorang.

Sekecil apapun stress kerja yang dialami, akan mempengaruhi kualitas hasil kerja. Oleh karena itu, sangat  penting bagi kita untuk mencegah maupun mengatasi stress kerja yang sedang kita alami. Agar kualitas kerja yang dihasilkan juga tidak menurun, berikut beberapa tips sukses mengatasi stress kerja, yang dapat kita coba  :
    Atur dengan baik rencana kerja. Apa target kerja kita hari ini, kapan waktu pengerjaannya, siapa saja yang bertanggung jawab dengan tugas tersebut, harus diatur sebelum kita memulai kerja, sehingga tugas menjadi jelas dan dapat terselesaikan tepat waktu tanpa tertunda dan menumpuk.
    Berusaha mencari solusi untuk setiap masalah kerja yang dihadapi, sehingga setiap masalah memiliki pemecahan. Tidak menumpuk menjadi beban besar dalam diri kita.
    Bangun suasana kerja yang menyenangkan. Hubungan yang menyenangkan dengan rekan kerja, maupun menciptakan kondisi menyenangkan di lingkungan ruangan kerja. Berusaha ciptakan ruangan kerja yang sirkulasi udaranya mencukupi, cahaya yang cukup terang, dan bebas dari kebisingan yang dapat mempengaruhi kenyamanan kerja.
    Tanyakan kepada pimpinan maupun rekan kerja, jika kita tidak mengerti dengan tugas yang kita peroleh. Hal ini untuk mengurangi turunnya motivasi kerja yang sering muncul ketika seseorang menemukan jalan buntu karena tidak mengerti tugas kerja yang diperoleh.
    Lakukan kegiatan kecil untuk menyegarkan pikiran kita. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan sekadar berdiri atau berjalan sebentar ke luar ruangan, untuk menyegarkan pikiran  yang sudah mulai lelah dengan pekerjaan.
    Sisihkan waktu  untuk menyempatkan diri dengan berolah raga, karena kegiatan tersebut dapat meningkatkan kekuatan fisik kita, serta memperlancar aliran darah pada tubuh. Kesehatan fisik berpengaruh besar terhadap kesehatan jiwa kita.
    Dalam satu minggu sisakan satu hari libur. Hari libur sebaiknya jangan diisi dengan bekerja. Lebih baik gunakan untuk melakukan kegiatan yang kita senangi. Misalnya rekreasi, berwisata kuliner, pergi ke desa melihat pemandangan, melakukan perjalanan suci (tita yatra),  pergi ke pantai, atau sekadar piknik kecil di mall terdekat bersama keluarga. Kegiatan ini dapat mengurangi tekanan serta beban pikiran yang dapat menyebabkan stress kerja.
    Lakukan kegiatan sosial atau kegiatan keagamaan di luar lingkungan kantor, sehingga kita dapat berinteraksi dengan rekan baru dan lingkungan yang baru pula. Hal ini untuk mengurangi rasa jenuh pada lingkungan kerja.

Dari beberapa cara yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bahwa stress kerja dapat kita atasi dengan menciptakan lingkungan kerja senyaman mungkin, karena ketika kita sudah merasa nyaman, maka beban kerja akan dapat terasa lebih ringan.

LK Budi Martini, SE.,MM  adalah Dosen Fak. Ekonomi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, dan juga seorang Instruktur Kepribadian, Service Exellent, Komunikasi, serta Etika dan Kepribadian.
Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA