Sabtu, 24 Desember 2011

Klinik KUKM Bali (Edisi 12)



LINGKUNGAN SKEPTIS

T :

Sebagai orang baru di dunia koperasi, saya merasa kesulitan mendapatkan tenaga kerja andal. Saya merasa orang-orang di sekitar rasanya skeptis terhadap perkoperasian. Akibatnya dalam keanggotaan pun kami mengalami kesulitan.  Saya tidak tahu apakah hanya saya yang menghadapi problema ini. Apakah temen-temen para pelaku koperasi lain juga mengalami hal yang sama.
Untuk itu saya aingin mendapat penjelasan, apa yang bisa saya lakukan untuk mereka yang baru saja memulai mendirikan koperasi dalam mengatasi masalah ini?

Made Dibia,
Gianyar


J :

Pandangan seperti itu tidak salah, namun tidak juga semuanya benar. Hal ini tidak terlepas dari kisah masa lalu koperasi yang sarat dengan gesekan politik. Begitu banyak koperasi didirikan yang orientasinya untuk mendapatkan dana hibah, dana sumbangan, proyek pemerintah dan sebagainya. Karma masa lalu ini dinikmati sebagai kesulitan saat ini.
            Tidak itu saja yang membuat dan sepertinya membenarkan sikap skeptis masyarakat kita.  Ini karena insan koperasi belum mau berbenah secara total.  Belum banyak koperasi yang mau berinvestasi teknologi. Jarang yang memikirkan pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi insan koperasi.  Yang perlu dan penting diedukasi tidak hanya pengurus, pengawas dan pegawai saja, tetapi juga anggota koperasi.
Ini artinya koperasi ini gagal menetapkan tujuan koperasi itu sendiri (visi) serta tidak mau menjabarkan dalam bentuk aksi untuk mewujudkan tujuan tersebut (misi).  Kita tidak hanya perlu tenaga andal, tetapi tenaga kerja yang kompeten sesuai bidangnya yang dibuktikan dengan lulusnya dalam Uji Kompetensi.
            Mengenai sulitnya mengembangkan keanggotaan, memang menjadi persoalan tersendiri.  Biasanya koperasi yang didirikan dengan ekslusifitas tinggi akan mengalami ini.  Lain halnya dengan koperasi banjar. Wajib diwaspadai kemunculan koperasi topengan seperti ini, karena akan jauh dari semangat dan jati diri koperasi.
            Untuk sebuah keberhasilan, tidak penting seberapa besar asset yang dikelola, tetapi jauh lebih penting bagaimana asset itu dikelola, sehingga memberikan margin optimal.




T :
TAMBAHAN MODAL USAHA
Kami mulai usaha kecil-kecilan. Usaha kami adalah bengkel yang sudah berjalan selama 2 tahun dan sudah mulai berkembang. Kami berencana mengembangkan usaha dengan menyewa tempat yang lebih besar dan strategis. Untuk itu kami bermaksud mengajukan permohonan tambahan modal. Ke mana kami harus mengajukan agar kami bisa mendapatkan tambahan moda?

Ni Luh Srinasih
UD. Sri Mulya
Jl. Kebo Iwa Utara, Padang Sambian Kaja

J :
Akan lebih baik jika Anda menyewa toko semi strategis dengan harga yang lebih murah terlebih dahulu, dari pada mencari tempat super strategis dengan harga sewa selangit. Maksudnya  agar modal yang Anda dapat atau punya tidak habis untuk sewa ruko. Perlu diperhatikan bahwa bengkel Anda  membutuhkan suku cadang yang lengkap, sehingga bisa bersaing dengan bengkel-bengkel yang besar.
Modal yang dibutuhkan bisa diajukan melalui Askes, Angkasa Pura, Telkom dan lain-lain dengan bunga yang rendah yaitu 6% per tahun. Syarat-syarat yang dibutuhkan agar dilengkapi terlebih dahulu seperti pembukuan, izin usaha dari desa/kelurahan dan persyaratan lainnya.


Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA