Rabu, 04 Januari 2012

BIJAK MELONTARKAN PENDAPAT (Edisi 01/2012)

Oleh :
LK Budi Martini, SE.,MM.
 
Ketika ada perdebatan dalam sebuah diskusi, sering terjadi saling serang dengan kata-kata. Masing-masing kekeh dengan lontaran pendapat dan argumentasinya. Peserta diskusi tak ada yang mau mengalah. Keadaan seperti itu seringkali membuat emosi tidak terkendali, sehingga potensial terjadi pertengkaran. Agar perdebatan tidak berkepanjangan, perlu penguasaan aturan dasar dalam menyampaikan ide dengan baik dan sopan.
1.      Jadilah Pendengar yang Baik
Biasanya, kalau dua orang sedang berdebat, mereka  akan berlomba berbicara, dan bahkan saling memotong pembicaraan. Ini hanya akan menguras energi. Sebaiknya dengarkan argumentasi lawan bicara sampai tuntas. Dengarkan  dengan sabar kalimat demi kalimat yang dilontarkan oleh lawan bicara. Jangan cepat mengambil kesimpulan sebelum lawan menyelesaikan kalimatnya.
2.      Gunakan Kata-kata yang Simpati
Gunakan kata-kata yang bernada simpatik untuk mendebat pendapat lawan bicara. Jangan memulai dengan kalimat, “Soalnya Anda salah, karena….” Akan terdengar enak di telinga peserta diskusi, jika mulai dengan kalimat, “Saya memahami cara berpikir Anda, namun apakah tidak sebaiknya…”
3.      Aturlah Nada Suara
Saat melontarkan pendapat (berbicara), aturlah nada suara agar tetap terdengar lembut. Apabila lawan bicara mulai jengkel, usahakan tetap tenang. Apabila lawan bicara meninggikan nada suaranya, jangan terpancing dan tenggelam dalam emosi yang berlebihan. Tetaplah proaktif dan bicaralah dengan tenang. Ini akan membuat nada suara lawan bicara  ikut merendah. Apabila lawan bicara tidak dapat berbicara secara rasional, katakan bahwa kita  akan mendiskusikannya lain waktu dalam suasana yang lebih kondusif.
4.         Memaafkan dan Melupakan
Ketika perbedaan pendapat muncul,  hindari mengungkit-ungkit kesalahan masa lalu lawan bicara. Yang kita hadapi adalah persoalan hari ini, bukan persoalan kemarin. Jangan menjadi orang yang suka mengorek kesalahan masa lalu. Fokuslah untuk mengatasi masalah yang sedang terjadi.
5.   Jangan Libatkan Kepentingan Pribadi
Pandanglah masalah secara obyektif dan jangan melibatkan kepentingan pribadi. “Apa maksud Anda? Kata-kata Anda melukai perasaan saya!” Komentar-komentar seperti ini sering terdengar dalam situasi diskusi yang memanas. Ingat, hanya karena seseorang tidak menyukai pendapat Anda, bukan berarti dia tidak menyukai Anda. Anda dan pendapat Anda adalah dua hal yang berbeda.
6.      Lengkapi Ide dengan Data yang Akurat
Lengkapi argumentasi yang dilontarkan dengan bukti atau data yang akurat. Berdebat tanpa bukti atau data yang kuat, hanya akan mempermalukan diri sendiri. Siapkan amunisi berupa data penunjang yang mendukung argumentasi, sebelum melakukan  diskusi.
7.      Instrospeksi
      Jangan bersikukuh pada pendapat sendiri. Pandanglah suatu peristiwa dari berbagai sisi. Cobalah membuka diri, jangan egois. Introspeksi diri, barangkali memang ada yang kurang dari data atau informasi yang kita sampaikan.
8.Menghargai Pendapat
Meski yakin bahwa kita benar dan orang lain salah, tidak ada jeleknya meminta maaf jika perkataan kita menyinggung hatinya. Permintaan maaf yang kita sampaikan akan menurunkan ego lawan dan membuatnya tahu bahwa ia sangat berarti bagi kita. Mungkin saja kita  tidak sependapat dengannya, tapi paling tidak kita  menghargainya.
8.   Hadapi dengan Kepala Dingin
Seburuk apapun ucapan lawan bicara, tanggapi dengan kepala dingin. Kunci utama memenangkan argumentasi adalah tetap tenang walau lawan bicara menyerang habis-habisan. Pikirkan hal-hal yang baik ketika perdebatan sudah memuncak. Wajah kita akan terlihat selalu tenang dan ini akan membuat lawan bicara kalah wibawa.
9.      Junjung Sportivitas
Ketika dalam suatu rapat,  pendapat yang kita lontarkan dikalahkan oleh suara terbanyak, maka terimalah dengan lapang dada. Kita boleh menganggap pendapat kita benar, tapi ketika rapat sudah memutuskan, kita  harus menerima dan menjalankannya dengan baik. Hindari membawa perdebatan di dalam rapat ke luar ruangan.
10.  Kondisi Fit
Terakhir, janganlah  pernah mendiskusikan masalah penting ketika kita dalam keadaan lelah. Pasalnya, ketika lelah, kita akan menanggapi sesuatu dengan sikap yang terdistorsi (bias). Jika lawan bicara juga sudah lelah, tundalah diskusi sampai kondisi membaik.

Penulis, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, dan juga seorang Instruktur Kepribadian, Service Exellent, Komunikasi, serta Etika dan Kepribadian.

Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA