2012 diharapkan menjadi tahun kebangkitan koperasi. Mewujudkan konglomerasi koperasi menjadi cita-cita yang ingin dicapai, guna memproteksi masyarakat lokal di tengah globalisasi.
Memasuki tahun 2012, ancaman globalisasi terhadap perekonomian masyarakat lokal semakin nyata. Apalagi di tahun 2015, komitmen ASEAN Community akan diwujudkan. Pada tahun tersebut, negara-negara ASEAN akan menjadi satu pasar bersama. Artinya, saat itu pelaku usaha di Indonesia harus bersaing dengan pelaku usaha dari Malaysia, Thailand, Filipina, maupun negara anggota ASEAN lainnya untuk merebut pasar.
Menurut Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, Untung Tri Basuki, revitalisasi peran koperasi bisa menjadi solusi strategis untuk memperkuat diri menghadapi persaingan global itu. "Kekuatan koperasi sudah dibuktikan oleh negara-negara yang telah maju secara ekonomi seperti Singapura, bahkan Amerika Serikat yang dikenal kapitalis," tegas Untung Tri Basuki.
Tak hanya itu. Banyak pula brand terkenal dunia yang sebetulnya merupakan produk-produk koperasi, seperti produsen susu kemasan Dancow, Nestle, produsen es krim Campina, dan gerai penjualan perkakas rumah tangga Ace Hardware. Di Jepang, bahkan ada koperasi Zen Noh, yang perputaran omsetnya mencapai 63.449 dolar AS, atau Rp 583,73 triliun per tahun.
Di Indonesia, koperasi belum memegang peranan. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan pada 2011 ini ada 187.598 koperasi di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 30,7 juta orang, atau hanya sekitar 15% dari total penduduk Indonesia.
Belajar dari kesuksesan koperasi di sejumlah negara, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM bertekad untuk membangun konglomerasi koperasi dengan menggerakkan 99 unit koperasi besar di seluruh Indonesia. Koperasi dapat membangun sebuah konglomerasi yang kuat, dengan modal kebersamaan seluruh anggota. Diharapkan, ke depan perekonomian Indonesia tidak lagi dikuasai oleh pribadi-pribadi yang biasa disebut konglomerat, melainkan dikuasai konglomerasi koperasi. Bagaimana mewujudkannya, ikuti sajiannya di halaman 4 – 7.
