Mengelola usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), meski banyak modal, bisa kandas di tengah jalan, tanpa dilengkapi pengelolaan manajemen usaha maupun manajemen keuangan yang baik dan benar.
Bagi pelaku UMKM, terkadang manejeman usaha maupun manejemen keuangan dianggap sebuah konsep yang terlalu muluk, padahal tidak demikian adanya. Tak sedikit pelaku UMKM yang sejatinya memiliki prospek dan potensi bagus, akhirnya kandas di tengah jalan akibat salah kelola manajemen usaha/manejemen keuangan dari pemilik usaha.
Pentingnya manajemen usaha itu diungkapkan praktisi UMKM Drs. I Nyoman Mandia, M.Si. yang juga salah seorang pengurus koperasi di Denpasar.
Menurut dia, sangat penting bagi pelaku koperasi untuk mencermati dan memberi pendidikan dan pelatihan manajemen usaha maupun keuangan kepada para anggota koperasi dan masyarakat pelaku UMKM.
Kenapa demikian, manajemen usaha merupakan perpaduan seni dan keterampilan mengelola usaha yang mutlak diperlukan.Tak hanya manejemen usaha berlandaskan teori semata, tetapi diperlukan pendekatan dan perlakuan lain yang bersifat holistic, mengingat arti dari kata manejemen terdiri dari sejumlah definisi.
Manejemen dalam bahasa Perancis kuno memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur, menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Ini berarti seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan.
Bahkan, manejemen merupakan sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasikan dan pengontrol sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif berarti tujuan dapat dicapai sesuai perencanaan dan efisien berarti tugas yang dilaksanakan secara benar, terorganisir sesuai jadwal telah ditentukan.
Keterampilan manajemen bagi seorang manejer perusahaan, sayogyanya mampu merujuk pada kemampuan manajer itu sendiri untuk menggunakan waktu secara bijaksana, sehingga dapat mengitung waktu jangan sampai terbuang. Mengapa demikian, karena maktu seriap menit terbuang akan sangat merugikan perusahaan, produktivitas berkurang.
Seorang manajer mesti mampu mengimplementasikan alternatif yang telah dipilih, mengawasi dan mengevaluasi agar usaha tetap berada di jalur yang baik dan benar. Pelaku UMKM memiliki fungsi ganda, berhadapan langsung pada semua hal yang berkaitan dengan usaha, produksi, SDM, pemasaran dan pengembangan usaha.
Sebagai pelaku UMKM, wajib memiliki keahlian dan keterampilan dalam mengorganisasikan SDM untuk menciptakan nilai tambah, memiliki tolok ukur bersifat kuantitatif-finansial dalam menilai suatu kinerja.
Berangkat dari latar belakang ini, patut diyakini kualitas profesionalisme baik sebagai manajer perusahaan dan pelaku UMKM akan menjadi semakin kokoh dan terpelihara, jika pada diri masing-masing dalam gerakan UMKM sudah melekat dan memang sudah dibawa sejak kelahiran maupun yang diperoleh atau diciptakan melalui transfer of knowledge.
Dengan demikian, manajemen usaha dan menajemen keuangan merupakan salah satu kunci sukses dalam mengembangkan bisnis yang baik dan benar, sehingga setiap kegiatan usaha hendaknya selalu menggunakan cara berpikir ilmiah, praktis sesuai prinsip-prinsip manajemen dengan dukungan SDM berkualitas. (sdr)