Senin, 23 April 2012

Klinik (Edisi IV/2012)

MEMPEROLEH MODAL

T: Saya seorang mahasiswa Perguruan Tinggi swasta di Denpasar. Dalam mengikuti perkuliahan ada satu materi kewirausahaan yang mengajarkan mahasiwa untuk membuka peluang usaha setelah tamat dari Pergurun Tinggi, sehingga tidak menuntut harus jadi pegawai atau melamar ke berbagai perusahaan. Untuk itu saya berencana membuka usaha teh poci dan tela-tela di sore harinya sebagai langkah awal. Yang ingin saya tanyakan adalah dimana saya bisa mendapatkan modal untuk membuka usaha tersebut dan bagaimana prosesnya?

Julita, Jl. Cekomaria No. 72 A Denpasar

J: Sebagai awal untuk memulai suatu usaha, Anda terlebih dahulu membuat analisa jumlah modal yang diperlukan, tempat usaha, alat-alat yang diperlukan. Untuk pemula sebaiknya Anda membuka usaha di depan rumah di banding menyewa tempat yang akan menghabiskan banyak biaya/modal.  Mulailah dari modal yang terkecil dahulu. Untuk sumber modalnya, Anda bisa melakukan peminjaman dari pihak keluarga/kerabat. Selanjutnya apabila ingin mengembangkan usaha dan memerlukan tambahan modal, Anda bisa masuk menjadi anggota koperasi sehingga aksesnya lebih mudah dan mengakses dana-dana CSR ataupun program pemerintah juga lebih mudah, karena dana-dana tersebut lebih banyak dikucurkan lewat kelompok binaan ataupun koperasi.

MENGHADAPI PESAING

T: Saya seorang ibu rumah tangga dan baru memulai usaha dengan menjual kebaya atau bordir. Tetapi yang saya takut kebaya atau bordir yang saya buat tidak laku melihat banyaknya pesaing. Bagaimana strategi untuk memasarkan kebaya atau bordir yang saya buat?

Ratih, Jl. Anyelir No. 23 Denpasar

J: Untuk memasarkan kebaya atau bordir agar usaha Ibu tidak kalah saing, sebaiknya Ibu membuat design dan motif kebaya atau bordir  yang khas dari yang lain, sehingga nantinya kebaya atau bordir ibu dikenal dan mudah diingat oleh pelanggan atau memiliki ciri khas. Ibu bisa mengakses lewat internet untuk mengetahui motif atau desain yang lagi trend diminati oleh kaum perempuan. Jika perlu Ibu dapat mendaftarkan desain ibu agar memiliki hak paten sehingga tidak mudah ditiru oleh pesaing.
Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA