Kamis, 31 Mei 2012

Anak Hobby Catur (Edisi V/2012)

Memiliki anak dengan prestasi cemerlang merupakan kebanggaan bagi setiap orangtua. Hal ini pula yang dialami orangtua Devi Noviantari, H.Husni Abdullah yang akrab di panggil Bangdoel dan Sang istri Caturina Suharnik.

Ditemui selepas menyaksikan putrinya bertanding dalam turnamen pekan olahraga pelajar (Porjar) kota Denpasar, 2 – 5 April 2012 di Gudung SD 7 Pedungan Denpasar, Bangdoel bangga dengan prestasi sang anak karena meraih juara 1 (satu) cabang catur untuk kategori SMP Putri. Pertandingan diikuti 36  peserta dari utusan SMP se-Kota Denpasar. Saat duduk di bangku SMP, Devi telah meraih 2 kali juara 1 tingkat Kota Denpasar (Porjar) saat kelas satu dan kelas tiga. Dua kali pula meraih juara III nasioanal dalam Turnamen Olympiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP Putri di Jakarta tahun 2010 dan O2SN di Surabaya tahun 2011.

“Sebenarnya saya tidak menyangka kalau anak saya  akan menjadi pemain catur, karena bapaknya bukanlah seorang atlet catur, tapi hanya sebatas hobi saja. Bahkan pada hajat yang sangat bergensi pada Pekan Olah Raga Provinsi Bali (Porvrop), Devi telah diikutsertakan oleh Percasi kota Denpasar pada tahun 2011 di Jembarana untuk memperkuat tim Kota Denpasar,” kata Bangdoel.

Asal mula Devi menekuni main catur,  waktu itu ia duduk di bangku SD. Di sekolah anak ini akademisnya bagus, namun karena saat naik kelas 3 ada murid sekelasnya yang pindahan dari Jawa lebih pintar dari dia, maka saya berfikir untuk akademis pasti sangat bersaing dengan murid baru tersebut terbukti Devi selalu rangking ke dua. “ Dari situ, saya sebagai orangtua berfikir lagi anak memang harus mempunyai prestasi karena kalau punya prestasi untuk mencari sekolah akan lebih mudah. Jika hanya mengandalkan akademis sainganya mulai berat, maka untuk mengejar prestasi saya arahkan ke olahraga catur. Kenapa memilih catur tidak yang lain, menurutku catur adalah olahraga yang risiko bahayanya kecil, biayanya tidak terlalu mahal,” terang Bangdoel.

Awalnya Bangdoel hanya mengenalkan mengenai catur dan cara bermainnya. Melihat putrinya berbakat, iapun mengikutkan putrinya dalam Club Pion Mas. Setelah ikut dan dididik bermain catur di Pion Mas, kebetulan ada kejurda se-Bali tepatnya di Kabupaten Gianyar. Saat itu umurnya 8 tahun masuk KU F putri tahun 2008 dan tidak disangka Devi menang, dan meraih juara 1. Dengan juara satu tingkat provinsi, otomatis dapat tiket untuk mengikuti kejuaraan nasional waktu itu kejurnas di Batam Kepri. Maka Devi dikirim ke Batam,  saat itu umurnya baru  8 tahun.

Bangdoel  mengungkapkan, prestasi dalam turnamen tingkat kota hingga provinsi, Devi masih tetap stabil selalu mendominasi juara 1 (satu). Sementara untuk kejuaraan nasional (kejurnas), Devi pernah meraih juara III Nasional di Bandung 2008.

Menurut dia, bahwa saat latihan  yang diikuti sang anak, tidak terlalu menyita waktu belajarnya, tapi ketika bertanding baru banyak meninggalkan waktu belajar. Hanya saja semua itu tetap diizinkan oleh sekolahnya.
"Itu sudah merupakan pilihan dan setiap pilihan memiliki  konsekuensi. Makanya ketika tidak ada latihan untuk persiapan kompetisi dia harus banyak belajar untuk sekolahnya dan bisa bermain  bertemu teman-temannya. Saya sebagai orangtua mendukung dengan memberikan motivasi bahwa selagi masih ada kesempatan harus bisa meraih prestasi adapun tujuan utamanya adalah untuk mencari sekolah. Semoga dengan prestasi kelak mudah juga untuk mendapatkan kerja,” tutur pria berkumis ini.

Kejurnas yang telah diikuti Devi, Tahun 2006 di Batam, Tahun 2007 di Surabaya, Tahun 2008 di Bandung, Tahun 2010 di Manado. Untuk O2SN Tahun 2007 di Jakarta, Tahun 2008 saat SD, saat di bangku SMP, O2SN di Jakarta tahun 2010 juara 3 dan tahun 2011  di Surabaya juara 3.

Menyadari pentingnya pendidikan bagi sang anak, Bangdoel berharap, Kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga agar menjalin kerja sama dengan sekolah,  supaya pihak sekolah  dapat memberikan kelonggaran berupa izin atau dispensasi bagi anak berprestasi saat mengikuti pertadingan baik petandingan yang diselenggarakan sekolah maupun turnamen yang diselenggarakan oleh Percasi. “Semakin banyak pelajar yang berprestasi tentu bisa membuat sekolah dan daerah bangga,” kata ayah 2 anak ini.


BIODATA
I. Nama : Devi Noviantari
Temp /Tgl Lahir : Denpasar, 3 Januari 1998
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan : Siswa kelas IX SMP  6 Negeri  Denpasar
Alamat : Jl.Raya pemogan Gang Masjid Al-Muhajirin II
     Kampung   Islam Kepaon.Telp.728098 - 8731270
Kelurahan : Desa Pemogan, Denpasar Selatan
Kota : Denpasar
Hobi : Main catur dan buku
Ibu kandung : Caturina Suharnik, SE
Ayah kandung : H. Husni Abdullah
Pekerjaan Ayah : Karyawan Media
Adik Kandung : Fadilla Kartikasari, usia 6 tahun
Prestasi : 8 kali ( ikut kejuaraan tingkat Nasional)
  3 kali juara III nasional

Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA