Senin, 21 Mei 2012

BUBUR MURAH MENGGOYANG LIDAH (Edisi V/2012)

Makanan enak dengan harga mahal, tentu sesuatu yang biasa. Tetapi bagaimana dengan makanan murah dengan rasa yang tak kalah meriah, tentu Anda tertarik bukan? Ya, memang tak harus mahal untuk mendapatkan makanan berkualitas dan enak. Apalagi di tengah persaingan kuliner yang ketat.
Bagi Anda yang tengah berada di seputaran Gianyar, tentu tak sulit menemukan makanan enak dengan harga yang bersahabat. Berbagai makanan dan jajanan tradisional dapat ditemukan dengan mudah dijual di tepi jalan atau pasar-pasar senggol.

Jika Anda penggemar bubur, mungkin makanan yang dikenal dengan sebutan tepeng atau bubur Bali ini bisa menjadi pilahan. Salah satu tempat yang bisa didatangi untuk menikmati makanan ini yakni lapangan depan Pura Penataran Sasih yang terletak di Desa Pejeng. Tak sulit untuk menemukan tempat ini. Selain berada di pinggir jalur Kintamani, lapangan ini juga ada di depan salah satu pura yang sekaligus objek wisata yang ramai dikunjungi.

Hanya ada dua penjual bubur di lokasi ini. Jadi Anda tak perlu bingung untuk memilihnya. Bersaing dengan berbagai penganan lainnya yang juga dijajakan di tempat ini, bubur Bali tak perah kehilangan penggemar. Bahkan Nyoman Murdani, salah satu penjual bubur Bali ini mengatakan bubur selalu menjadi pilihan favorit pengunjung.

Bubur beras disajikan dengan bumbu khas Bali yang pekat lengkap dengan sayurannya. Dilihat sepintas, bubur yang disajikan memang terlihat biasa saja, tetapi saat Anda mencobanya barulah kita tahu bedanya. Bubur terasa gurih meski dimakan tanpa bumbu. Ini karena daun salam dan garam telah ditambahkan saat proses memasaknya.

Selanjutnya bubur yang kental disajikan dengan bumbu pelengkapnya. Paling khas bubur ini disajikan dengan bumbu saur puun. Saur puun atau serundeng gosong ini terbuat dari kelapa yang disangrai dengan bumbu dan sengaja dibuat agak gosong. Bumbu yang ditabur rata dan dioles tipis di atas bubur memberikan sensasi rasa berbeda.
Selanjutnya bubur diberikan bumbu yang dikenal dengan basa lalah (bumbu pedas). Bumbu ini terbuat dari santan kental yang telah dibumbui dengan basa genep (bumbu lengkap) khas Bali. Seperti namanya, bumbu ini memang memiliki rasa pedas. Rasa pedas ini mampu membangkitkan selera makan.

Bubur yang telah dibubuhi bumbu kemudian diisi dengan sayur urap yang biasanya terbuat dari tauge dan kacang panjang, rasanya tentu saja tak kalah pedas. Tak lupa suiran daging ayam juga ditambahkan di atasnya. Sebagai pelengkap kuah rebusan daging ayam disiramkan pada bubur untuk memperkuat rasa dan penggugah selera.

Jika masih merasa kurang lengkap, Anda bisa meminta tambahan berupa sebutir telur pindang. Tentu saja telur ini telah direbus dengan bumbu lengkap hingga rasanya tak kalah dan bisa menjadi pilihan tepat sebagai pelengkap. Bubur Bali lengkap siap untuk dinikmati.

Meski merupakan makanan tradisional yang biasanya disajikan di desa-desa, bubur Bali tak kalah rasanya jika dibandingkan dengan makanan lain. Buburnya sendiri memang telah memiliki rasa gurih. Sensasi rasa sedikit gosong dari saur puun tentu memberi kesan tersendiri pada lidah. Belum lagi rasa pedas dari bumbu santan akan membuat Anda tak bisa berhenti untuk menikmatinya.

Pelengkap berupa sayur urap juga tak kalah menarik. Rasa bumbu yang tak kalah pedas diperkaya rasa jeruk limo semakin memperkuat rasa. Saat dimakan, suiran daging ayam dan kaldu terasa begitu menyatu memanjakan lidah. Saat dimakan berasa telur pindang rasanya menjadi lebih nikmat.

Jika tak kuat menahan rasa pedas, sambil makan bubur Anda bisa memesan es daluman. Minuman tradisional berwarna hijau yang terbuat dari daun cincau ini disajikan dengan tambahan santan kelapa bakar. Sebagai pemanis bisa memilih sirup dari gula merah atau gula pasir.

Bubur memang menjadi makanan yang telah dikenal oleh masyarakat Bali terutama di kawasan pedasaan. Penjual bubur dapat kita temui dengan mudah di pedasaan saat pagi dan sore hari. Bubur memang dijadikan makanan pengganjal yang umum dinikmati pada pagi dan sore hari.

Murdani sendiri mengaku sudah tujuh tahun berjualan di depan Pura penataran Sasih. Biasanya ia buka dari jam 1 siang hingga sekitar pukul 7 malam. Tetapi jika Anda memang ingin menikmati bubur ini sebaiknya Anda datang lebih awal karena biasanya tak sampai jam 6 bubur ini telah habis. Terlebih saat hari raya seperti purnama dan tilem, banyak orang yang kebetulan lewat untuk melukat ke Pura Tirta Empul mampir untuk menikmati buburnya.

Sebagai makanan khas pedasaan tentu harga untuk seporsi bubur Bali tentu tergolong murah, bahkan mungkin sangat murah untuk makanan yang begitu enak. Untuk seporsi bubur Anda cukup membayar Rp 2 ribu, sementara jika ingin mendapat tambahan telur cukup membayar Rp 4 ribu.  Pun demikian untuk segelas es daluman hanya dibandrol Rp 2 ribu. Harga yang bersahabat untuk makanan yang enak dan sehat. Anda penasaran? (ayu)

Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA