Hanya saja sampai saat ini tingkat kesadaran masyarakat untuk berkoperasi masih dirasa kurang. Kondisi ini diakuai oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Patra, SH, MH. Karenanya setiap tahun pemerintah melaksanakan gerakan masyarakat sadar koperasi atau dikenal dengan sebutan Gemaskop.
“Gemaskop bertujuan untuk mensosialisasikan kapada masyarakat baik itu kelompok, siswa, mahasiswa tentang pentingnya berkoperasi. Bagi yang telah terlibat dalam koperasi diharapkan partisipasinya semakin aktif. Sementara bagi yang belum diharapkan segera bergabung. Kegiatannya ada dalam berbagai bentuk mulai dari pendidikan, penyuluhan, seminar, diskusi dan talk show hingga ceramah umum,” ungkapnya.
Kegiatan Gemaskop diharapkan tak hanya bersifat seremonial, sehingga semakin menarik bagi masyarakat. Dalam kegiatan Gemaskop diundang koperasi yang telah berhasil, termasuk yang berhasil meraih berbagai penghargaan. Kegiatan juga dirangkai dengan berbagai lomba dan kegiatan yang dapat melibatkan masyarakat luas, sehingga masyarakat semakin dekat dengan koperasi dan semakin sadar akan keberadaannya.
Di Indonesia sendiri keberadaan koperasi bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat termasuk masyarakat yang ada di pedesaan. Dari sisi jumlah, di Indonesia terdapat sekitar 890 ribu koperasi dengan volume usaha mencapai Rp 6 triliun dengan anggota yang tersebar mulai dari perkotaan hingga pelosok pedesaan.
Tingkatkan Loyalitas Anggota
Selama ini keberadaan koperasi memang sangat bermanfaat bagi masyarakat khusunya bagi mereka yang ada di pedesaan dan sangat sulit mengakses bantuan permodalan dari lembaga semacam bank. Koperasi memang diharapkan mampu memberikan pelayanan dengan berbagai kemudahan dan kecepatan terhadap masyarakat yang menjadi anggotanya.
“Koperasi lebih mudah untuk diakses masyarakat. Di sinilah keunggulan koperasi dibandingkan dengan bank. Bagi anggota yang perlu bantuan modal tak perlu pesyaratan seperti di bank. Ini karena pengelola sudah mengenal karakteristik anggotanya. Dengan demikian pinjaman jauh lebih mudah diberikan dan lebih cepat bagi anggota yang memerlukan,” jelasnya.
Untuk meningkatkan kinerjanya, koperasi memang memerlukan tambahan modal. Akan tetapi ini bisa dilakukan dengan memperluas pasar. Memperluas pasar koperasi bisa dilakukan dengan meningkatkan jumlah anggota. Dan bagi anggota yang telah ada harus dilakukan berbagai upaya untuk menjaga loyalitas sehingga mereka tetap setia memanfaatkan berbagai produk yang dimiliki koperasi.
Tak hanya itu. Masyarakat juga dipastikan semakin aktif terlibat dalam gerakan koperasi jika mereka merasakan dampak positif dengan menjadi anggota koperasi. Karenanya koperasi diharuskan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya anggota.
Karenanya diperlukan kejelian, sensitivitas dan kreativitas dari pengelola koperasi. Orientasi pengelola harus diubah dengan membentuk unit usaha yang sesuai dengan kehidupan masyarakat sekitar. Koperasi harus mampu membantu perekonomian warga.
“Misalnya anggotanya petani, di samping memberikan bantuan modal koperasi juga bisa menyediakan pupuk. Tak hanya sampai di sini, koperasi juga bisa menyediakan pasar bagi produk hasil pertanian mereka. Dengan demikian petani memiliki pasar yang pasti untuk memasarkan produk yang telah mereka hasilkan,” terangnya.
Jika hal ini bisa dilakukan, maka antara anggota dengan koperasi akan terbangun hubungan kelembagaan yang kuat. Rasa memiliki juga bisa tumbuh dengan sendirinya sehingga masyarakat yang menjadi anggota juga akan berusaha berpatisipasi secara aktif untuk kemajuan koperasi.
Gemaskop yang dilaksanakan setiap tahun diharapkan mampu menunjukkan eksistensi koperasi. Yang terpenting masyarakat semakin sadar akan manfaat koperasi dalam menggerakkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, diharapkan koperasi bisa tumbuh semakin besar dan citra koperasi semakin baik di mata masyarakat. Kepedulian yang makin tinggi diharapkan bisa tumbuh di masyarakat terhadap koperasi dengan disadarinya berbagai keunggulan yang dimiliki.
Koperasi sebagai saah satu soko guru perekonomian Indonesia juga menjadi sebuah lapangan kerja baru untuk mengurangi tingkat pengangguran. “Di Bali saja ada sekitar 19 ribu orang yang terserap di koperasi. Setiap tahun terserap sekitar seribu tenaga kerja baru. Belum lagi dengan dampak ikutan dari kegiatan ekonomi yang mampu digerakkan. Jadi bisa diketahui besarnya peran koperasi bagi perekonomian bukan hanya Indonesia tapi juga dunia,” imbuhnya (ayu)