Senin, 21 Mei 2012

MENDEKATKAN PASAR LEWAT “SOCIAL MEDIA” (Edisi V/2012)

Wayan Ariani menjadi satu dari sekian banyak orang yang memanfaatkan social media sebagai tempat berpromosi untuk usahanya. Perempuan ini memanfaatkan facebook sebagai tempatnya berjualan. Awalnya ia hanya iseng, akan tetapi keisengan ini ternyata berdampak bagi usaha yang sebenarnya hanya sampingan dan sekadar hobi baginya.

Ari begitu perempuan ini disapa, memang sejak lama telah berjualan pakaian. Tak ada toko khusus yang dimilikinya. Biasaya pakaian yang ia jual ia tawarkan pada teman atau saudara. Sekitar tahun 2009 ia mulai memanfaatkan facebook sebagai tempat berjualan dan menawarkan barang jualannya berupa pakaian kebaya.

“Awalnya hanya iseng, toh membuat akun difacebook tak perlu biaya. Banyak orang juga menggunakan facebook, jadi kemungkinan lebih besar untuk bisa mendapat pasar. Memakainya juga mudah, jadi tak perlu belajar secara khusus dan tak diperlukan tambahan alat, cukup computer dan koneksi internet, bahkan cukup dengan handphone saja sudah bisa facebookan,” ungkapnya.

Dari keisengan ini ternyata membuahkan hasil yang manis. Penjualannya mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan sebelum memanfaatkan social media. Ternyata banyak orang yang berminat, mulai dari sekadar bertemen hingga ada yang benar-benar membeli bahkan menjadi langganan. Bahkan akun facebook yang ia buat pertama kali telah penuh hingga ia harus membuat akun baru.

Ari mengaku menggunakan facebook untuk berjualan memang sangat mudah dan prakstis dibandingkan dengan membuat web. Meski web bisa lebih luas pasarnya, akan tetapi diperlukan biaya dan kemampuan untuk melakukan update. Ia juga menilai dengan produk yang ia jual berupa kebaya dan pakaian anak muda akan lebih mudah mendapatkan pasar di facebook.

Tetapi tak hanya facebook yang diandalkannya. Untuk pelanggan yang ada di seputaran Denpasar ia juga memberikan alamat rumah dan pelanggan langsung bisa memilih barang yang mereka inginkan. Ini juga dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi pelanggan yang ingin berbelanja padanya.
Selain lebih banyak bisa menjangkau konsumen, penggunaan social media juga sangat memudahkan baginya. Cukup dengan memasang foto dari produk yang ia miliki ia akan langsung mendapatkan respon. “Jadi tidak perlu repot kemana-mana membawa barang dan menawarkannya. Kerjanya lebih ringan tetapi hasilnya bisa lebih banyak,” ujarnya.

Bahkan karena penggunaan facebook begitu mudah ia bisa dibantu oleh seorang yang tadinya bertugas menjaga rumahnya. Kemudahan yang diberikan membuat ia bisa berbisnis tanpa harus meninggalkan pekerjaan utamanya ataupun meninggalkan pekerjaan rumahnya. Produk yang ia jual juga semakin beragam dari yang awalnya hanya kebaya hingga saat ini ditambah dengan berbagai produk pakaian khas anak muda.
“Barang biasanya saya dapat dari teman, baik itu kebaya maupun pakaian yang lain. Tetapi saat ini tak terlalu banyak kebaya yang saya jual, sekarang kebanyakan baju dengan model-model korea yang memang sedang menjadi trend saat ini. Baju saya dapatkan dari teman ,” ujarnya.

Ari menceritakan, kebanyakan pelanggannya merupakan anak-anak muda yang memang telah menjadi temannya di facebook. Bagi mereka yang tinggal di seputaran Denpasar kebanyakan datang langsung ke rumahnya, mengambil barang dan melakukan pembayaran secara langsung. “Meski pemesanan dilakukan lewat FB, tetapi saat ambil barang biasanya akan dilakukan langsung,” imbuhnya.

HARUS UNIK DAN PENUH INOVASI

BISNIS online memang sangat lekat kaitannya dengan internet, akan tetapi meski bisnis online dilakukan di dunia maya, kejujuran tetap menjadi modal utama dalam berbisnis. Sekali saja terjadi penipuan maka akan langsung dicap negatif. Terlebih dengan berkembangnya social media seperti saat ini, informasi dengan sangat cepat akan menyebar dan bisa menjadi bumerang bagi mereka yang ingin melakukan tindakan yang tak bertanggung jawab.

Pemilik TokoCinta.com, Satoshi Hashigawa mengungkapakan, kejujuran memang menjadi modal utama dalam berbisnis online. Terlebih bagi mereka yang memang ingin serius dan mengharapkan hasil yang berkelanjutan dalam bisnis ini. “Kepercayaan menjadi modal utama dalam bisnis ini. Kalau bukan kita lalu siapa lagi yang harus membuat konsumen percaya?”

Selain kejujuran untuk dapat bersaing dalam bisnis online, diperlukan kreativitas dan inovasi tiada henti. Sebuah usaha yang unik yang tak terlalu banyak digeluti oleh orang lain akan membuat sebuah usaha lebih mudah berkembang dan tak terlalu banyak competitor.

Hal senada diungkapkan pakar IT dan Manajemen I Wayan Mustika, berbisnis online memerlukan kejujuran. Bahkan akibat banyaknya terjadi penipuan, seorang pengusaha harus berani melakukan terobosan. Terlebih dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Mereka masih belum percaya pada sistem semacam ini. “Saya saja hanya mau belanja atas rekomendasi teman, tetapi kalau saya belanja biasanya lebih memilih di situs luar yang sudah besar dan terbukti selama ini,” ujarnya.
Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA