Senin, 21 Mei 2012

TokoCinta.com SOLUSI UNGKAPKAN CINTA (Edisi V/2012)

Bingung mengungkapkan cinta pada seseorang? Kunjungi saja TokoCinta.com! berbeda dengan toko-toko online lainnya yang menjual berbagai barang, TokoCinta.com justru menyediakan jasa untuk mengungkapkan cinta dan kasih sayang pada orang-orang yang kita cintai.

Memang bukan sebuas jasa yang lazim di tengah masyarakat Indonesia. Akan tetapi keunikan inilah yang membuat TokoCinta.com memberi kesan tersendiri bagi konsumennya. Satoshi Hashigawa, founder sekaligus owner TokoCinta.com menceritakan bisnisnya ini telah dirintis sejak tahun 1995. Hanya saja waktu itu memang masih dilakukan secara manual.

“Bisnis ini terinspirasi saat masih SMP, waktu itu anak-anak banyak yang mulai mengalami cinta monyet. Ada yang suka dengan teman sekolah atau teman sekelas tetapi malu untuk mengungkapkannya. Lalu dari ibu memberikan ide kenapa tidak dibuatkan kartu untuk mengungkapkannya. Dari sinilah TokoCinta mulai dirintis,” kenang pria yang akrab disapa Niko ini.

Berkembangnya TokoCinta juga tak lepas dari peran sang ibu yang merupakan orang Jepang. Di Jepang memang lazim seseorang memberikan sesuatu pada pasangannya untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Bahkan saat hari valentine hampir semua anak perempuan yang memiliki kekasih akan memberikan cokelat pada pasangannya.

Pengungkapan rasa kasih sayang yang awalnya hanya menggunakan kartu, bunga dan coklat semakin berkembang. Perkembangan semakin pesat saat sang ibu mulai mendapat order untuk mengerjakan berbagai even mulai dari pesta ulang tahun hingga pernikahan. Tak hanya cara yang digunakan untuk mengungkapkan rasa cinta, pelangganpun semakin beragam tak hanya terbatas pada remaja saja.

Remaja Hingga Artis 

Tahun 2007 TokoCinta mulai online dengan jenis usaha yang sama. Setelah online pelanggan dari TokoCinta semakin beragam. Jika awalnya kebanyakan pelanggan merupakan remaja usia sekolah, setelah online justru banyak pelanggannya yang sudah dewasa. Bahkan tak jarang ia juga melayani pelanggan khusus seperti public figure yang menggelar acara di Bali. Biasanya mereka harus diberi pelayanan khusus dan harus dijaga privasinya.

“Dulu cuma teman-teman sekolah, setelah online justru banyak juga yang sudah dewasa. Tak hanya untuk  mengungkapkan rasa kasih sayang pada orang yang disukai atau pacar, tetapi ada juga yang mengungkapkan rasa cinta pada anak atau orang tua. Bahkan banyak juga yang mengungkapkan rasa sayangnya pada suami atau istri. Mengungkapkan cinta bukan hanya sekali tetapi seumur hidup,” terangnya.

Bagi mereka yang ingin mengungkapkan rasa cinta, bisa meminta benda yang diinginkan kepada TokoCinta. Tak hanya benda yang diinginkan, bahkan cara yang unik juga bisa diminta secara khusus. Tetapi jika Anda masih bingung dengan cara dan benda yang diinginkan, juga bisa meminta saran dari TokoCinta.

Memang sejak online, TokoCinta bukan hanya menyediakan jasa pengungkapan cinta. Dibantu dengan tim advisor dari Universitas Ohio dan Hawaii, mereka menyediakan jasa konsultasi bagi mereka yang memiliki masalah percintaan. Untuk sekadar berkonsultasi dengan tim advisor yang berlatar belakang psikologi ini, pelanggan tak akan dipungut biaya.

“Untuk mengungkapkan cinta memang kebanyakan pelanggan kita ada di Bali, kemudian ada juga di Jakarta dan Surabaya. Hanya saja untuk konsultasi hampir dari seluruh dunia. Paling banyak dari India, lalu Indonesia, ada juga dari Afrika Selatan, Prancis dan berbagai negara lain,” jelasnya.

Saat ini lebih dari 50% pelanggan TokoCinta merupakan orang dewasa, sementara 30%nya merupakan remaja. Biasanya mereka akan mengungkapakan rasa cinta pada pasangan seperti suami atau istri ataupun anak-anak mereka. Biasanya mereka akan memesan barang yang diinginkan pada TokoCinta sekaligus meminta cara bagaimana menyampaikannya.

“Pelanggan biasanya akan memesan, kami tunjukkan foto barangnya beserta perinciannya. Tetapi sebelum kita eksekusi, biasanya kita juga lakukan research dan konfirmasi kepada pelanggan sehingga tidak terjadi kesalahan. Setiap ada order langsung kita lempar kepada teman-teman yang memang telah bekerjasama dengan kita,” ujarnya.

Dalam sebulan minimal 15 orang pelanggan dilayani oleh TokoCinta, saat ramai seperti hari valentine jumlahnya bisa menjadi 30-35 orang. Nama TokoCinta memang telah banyak dikenal, namun ini buka tanpa risiko. Banyak orang yang dengan mudah menggunakan nama TokoCinta sebagai nama toko online-nya meskipun sebenarnya mereka tak memiliki keterkaitan sedikitpun.

DIMARAHI GURU

MESKI berbisnis secara online, Satoshi Hasigawa menceritakan kejujuran menjadi modal utama dari bisnis yang bertujuan memberikan kebahagiaan dan membagi kasih ini. Ke depan ia melihat bisnis semacan ini sangatlah potensial. Di Bali bahkan di Indonesia jenis bisnis semacam ini masih belum ada saingannya. Terlebih mengungkapkan rasa cinta tak hanya sekali tetapi berkali-kali seumur hidup.

Akan tetapi bukan berarti bisnis semacam ini tanpa kendala. Penyediaan barang kerap menjadi masalah karena barang disuply oleh usaha skala rumah tangga. Bahkan ada kalanya pesanan dari pelanggan tak bisa dipenuhi karena keterbatasan kemampuan. “Pernah ada yang pesan tart sampai 10 tingkat, tapi karena kemampuan kita hanya sampai 5 tingkat kita langsung jelaskan dan mereka mengerti. Lebih baik kita jujur mengakui kemampuan kita dibanding mengecewakan mereka yang sudah memesan,” ungkap pria yang juga guru karate ini.

Terkadang alamat yang dicari juga sulit untuk ditemukan. Bahkan pernah terjadi peristiwa dimana si pengirim tidak tahu yang akan dikirimi telah pindah alamat. Akhirnya kue yang saat itu dikirim disumbangkan ke panti asuhan.

Pernah juga terjadi kejadian unik saat ada seorang pelanggan yang masih remaja meminta bantuan mengungkapkan cinta pada temannya yang juga masih duduk di bangku sekolah. “Saat itu kita diminta untuk mengungkapkan cinta pada anak sekolah, tapi kita justru dimarahi oleh gurunya karena salah paham. Mereka tidak tahu kalau kita hanya melaksanakan pesanan dan dipikir kita yang mengungkpakan cinta pada si anak. Tetapi setelah dijelaskan gurunya mengerti dan justru mendukung. Terlebih dengan konsultasi yang diberikan mereka berharap bisa mengarahkan remaja hingga tak melakukan hal-hal yang negatif,” terangnya.
Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA