Kamis, 28 Juni 2012

MENGATASI RASA MINDER (Edisi VI/2012)

Oleh LK Budi Martini, SE.,MM.


seorang mahasiswa mengaku selalu merasa minder jika bertemu dengan orang baru, terlebih saat berada di tempat umum.  Perasaan ini ternyata tak hanya dialami mahasiswa tadi. Banyak orang mengalami kondisi ini, termasuk penulis saat kecil. Bagi sebagian orang, cukup mudah melawan rasa minder, tapi bagi sebagian yang lain rasa minder adalah sebuah penyakit yang maha besar yang terkadang menjadikan dirinya tertekan di hadapan orang lain.
Pada dasarnya kita tahu bahwa minder itu sangat berbahaya bagi diri kita. Banyak peluang yang tidak bisa kita peroleh disebabkan kita punya “penyakit” yang satu ini. Tidak hanya itu, minder dapat membuat kita kalah bersaing, sebab rasa percaya diri (PD) kita sebagai manusia telah terpupus dengan munculnya rasa minder tersebut. Bayangkan jika di depan kita terbuka kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin atau menjadi pemenang suatu even atau lomba, sementara rasa minder bercokol pada diri kita. Maka dapat dipastikan peluang dan kemenangan itu akan sia-sia, karena kita tak berani tampil.
Jujur saja, saat di sekolah dasar (SD) dulu, saya juga mengalami perasaan minder yang berlebih. Bahkan untuk berbelanja di warung pun saya tidak berani.  Namun semakin bertambah dewasa, dengan mengikuti kursus kepribadian, saat saya duduk di bangku perguruan tinggi, ditambah banyak membaca dan merenungi berbagai macam romantika kehidupan yang saya lewati, saya telah mengubur rasa minder tersebut. Sejak saat itu muncul keberanian yang membangkitkan diri saya agar saya bisa tampil PD di manapun saya berada.
Banyak cara untuk menghilangkan rasa tidak PD tersebut. Salah satunya dengan “membaca” kehidupan kita lebih dalam. Kita harus bertekad membiarkan pikiran kita mengubur rasa minder itu demi menghadapi persaingan yang sangat ketat dewasa ini. Selain itu, dapat dilanjutkan dengan cara membaca buku  yang berkaitan dengan psikologi atau dengan cara menjelajahi kisah cerita-cerita orang sukses.
Segera kubur rasa minder kita dengan membaca jenis buku tersebut. Kita juga dapat mengubur rasa minder dengan sering terlibat dalam suatu organisasi, karena dengan berorganisasi, secara tidak langsung kita sedang belajar untuk mengorganisasikan diri kita  sendiri untuk tampil lebih PD dan mandiri.
Setelah kita berhasil membunuh rasa minder dengan membaca kehidupan kita lebih dalam, banyak membaca buku dan ikut berorganisasi, saya yakin rasa minder itu akan hilang dengan sendirinya.
Nah, jika rasa minder itu sudah hilang, maka kita bisa menikmati rasa PD yang kelak akan mengantarkan kita menjadi manusia yang punya arti di hadapan Tuhan maupun manusia lainnya.


LK Budi Martini, SE.,MM,  adalah Dosen Fak. Ekonomi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, dan juga seorang Instruktur Kepribadian, Service Exellent, Komunikasi, serta Etika dan Kepribadian.

Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA