Kamis, 28 Juni 2012

MODERN YANG MERAKYAT (Edisi VI/2012)

Menjadi modern tidak mengharuskan koperasi meninggalkan visi misi awalnya sebagai lembaga ekonomi kerakyatan. Seperti apa?

Sebuah gedung kecil dengan desain yang agak mentereng berdiri di Jalan Danau Beratan 66A, Sanur, persis di sebelah Banjar Panti. Di dalam gedung, sejumlah petugas berpakaian rapi melayani aktivitas keuangan dengan ramah.
Sepintas, gedung berlantai dua itu seperti sebuah kantor cabang bank. Gedung itu sebenarnya kantor sebuah koperasi simpan pinjam bernama Citra Mandiri. Tidak hanya di penampilan, koperasi yang beranggotakan lebih dari 290 anggota itu juga telah mengelola aset miliaran rupiah. 
Kondisi serupa juga bisa lihat di Koperasi Serba Usaha (KSU) Kharisma Madani. Di kantor pusatnya, di Jalan Raya Sesetan  371, Denpasar Selatan, sejumlah pegawai dengan seragam biru menyambut ramah dengan senyuman terbaik masing-masing.
Tidak sekadar aktivitas simpan pinjam uang. Di KSU Kharisma Madani ini juga bisa dilakukan pemesanan tiket pesawat, paket wisata, hingga paket tirta yatra. Bahkan penjualan beras organik juga dilayani dari tempat ini.
Seperti layaknya sebuah bank, KSU Kharisma Madani bahkan memiliki dua kantor cabang pembantu, masing-masing  berlokasi di Komplek Pertokoan Sedana Teras Dewata  Kav. No.30 Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat dan di Jalan Bedugul No.1 Denpasar Selatan.
            Di semua cabangnya, KSU Kharisma Madani melayani sejumlah unit usaha mulai dari layanan kredit, penjualan beras, paket wisata, hingga penjualan tiket pesawat. Tidak main-main, seluruh dana yang dikelola koperasi yang berdiri tahun 2006 itu mencapai Rp 25 miliar.
“Awalnya kami hanya bermodalkan Rp 28 juta. Tapi sekarang uang yang kami kelola sudah mencapai Rp 25 miliar. Ini bukan main-main,” ujar Ketua KSU Kharisma Madani Putu Sumedana Wahyu.
Hal yang sama disampaikan I Wayan Sudarta, Manager KSP Citra Mandiri. “Sesungguhnya koperasi memang punya potensi untuk besar. Banyak koperasi yang memiliki aset triliunan rupiah. Itu jelas tidak bisa dikatakan main-main,” kata Sudarta.
Meski berhasil menghilangkan kesan kuno koperasi -- dengan satu meja kecil dan satu pembukuan kecil --, Kharisma Madani dan Citra Mandiri tetap berupaya semaksimal mungkin mensejahterakan anggotanya. “Fokus utama kita tetap untuk anggota. Artinya, apapun upaya yang kita lakukan selalu menargetkan kesejahteraan seluruh anggota,” ujar Sudarta.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali Dewa Nyoman Patra menegaskan, pihaknya akan mendorong agar lebih banyak koperasi bisa lebih maju dan modern seperti halnya Kharisma Madani dan Citra Mandiri. “Sebagian koperasi sudah tampil lebih baik, dikelola secara professional dan tidak lagi terkesan kuno. Kita sangat berharap akan lebih banyak lagi tumbuh koperasi-koperasi seperti ini,” katanya. 
Namun di sisi lain, ia mengingatkan, modernisasi koperasi harus dibarengi dengan pemberian manfaat yang riil kepada seluruh anggotanya. “Jadi walaupun dia adalah lembaga yang modern, maju, dan berkembang, koperasi harus tetap berada di relnya sebagai wadah ekonomi kerakyatan. Prinsip dari oleh dan untuk anggota harus tetap dipegang erat,” tegas dia. (viani)

BOX :
LOGO BARU, SEMANGAT BARU

KEMENTERIAN Koperasi dan Usaha Kecil Menengah telah meluncurkan logo baru Koperasi Indonesia dalam "International Year of Cooperatives" Indonesia, di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Mei lalu. Logo baru diharapkan memberi semangat baru dalam pengembangan koperasi. Apa bedanya?
Logo baru koperasi berbentuk gambar bunga dengan warna hijau pastel. Bentuknya jauh lebih sederhana dibandingkan logo lama koperasi yakni berbentuk pohon beringin yang dikelilingi kapas dan padi, timbangan, bintang dalam perisai, gerigi roda, dan berwarna merah dan putih.
Perubahan lambang/logo Koperasi Indonesia itu sendiri didasarkan pada Surat Keputusan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nomor SKEP/14/Dekopin-A/III/2012 tanggal 30 Maret 2012 tentang Perubahan Lambang/logo Koperasi Indonesia.
Menteri Koperasi dan UKM juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 02/Per/M.KUKM/IV/2012 tanggal 17 April 2012 tentang Penggunaan Lambang Koperasi Indonesia.  
Logo baru koperasi ternyata bukan tanpa makna. Bentuk gambar bunga dimaksudkan memberi kesan perkembangan dan kemajuan koperasi di Indonesia. Gambar bunga itu mengandung makna Koperasi Indonesia selalu berkembang, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya, serta berwawasan dan berorientasi pada keunggulan dan teknologi.
Lambang Koperasi Indonesia yang baru itu didominasi oleh warna hijau pastel yang berwibawa dan menimbulkan kesan kalem.  Pada lambang baru, gambar bunga dengan empat kelopak ingin menyampaikan impresi bahwa perkembangan dan kemajuan perkoperasian Indonesia harus dicapai dengan cara yang berawawasan, variatif, inovatif, dan produktif.
Keempat kelopak yang terkembang dalam 4 penjuru mata angin mencerminkan maksud Koperasi Indonesia sebagai penyalur aspirasi, dasar perekonomian nasional kerakyatan, penjunjung tinggi prinsip kebersamaan, kemandirian, keadilan dan demokrasi serta menuju pada keunggulan dalam persaingan global.
Sebuah logo baru penuh warna, yang tentu saja diharapkan bisa memberi semangat baru. Semoga! (viani)

Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA