Selasa, 26 Juni 2012

Tabib Romi MENGOBATI UNTUK MELAYANI (Edisi VI/2012)


Keahlian mengobati dengan rempah-rempah yang diwariskan leluhurnya ternyata menjadi jalan bagi Tabib Romi dalam membantu sesama. Dengan keahlian yang dimilikinya, berbagai penyakit telah disembuhkan denga resep tanaman obat yang diwariskan dari nenek moyangnya.

Dengan dasar resep obat herbal warisan leluhurnya, pria keturunan Aceh ini lantas memperdalam keahliannya dalam mengobati. Tak hanya secara otodidak, dalam menegasah kemampunnya ia bahkan sempat mengenyam pendidikan terkait dengan pengobatan herbal ini. Tak tanggung-tanggung, ia bersekolah hingga ke Beijing, China, yang sejak lama memang telah dikenal sebagai pusatnya pengobatan tradisional.

Kemampuan Tabib Romi untuk menyembuhkan dengan menggunakan ramuan herbal ternyata dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut. Ini tidak terlepas dari kepuasan yang dirasakan oleh mereka yang telah dibantunya hingga sembuh dari berbagai macam penyakit.

“Awalnya memang tidak banyak yang datang untuk berobat, tetapi seiring banyaknya yang merasakan kesembuhan, akhirnya makin hari makin banyak yang tertarik dan datang. Biasanya mereka tahunya dari mulut ke mulut karena telah merasakannya sendiri,” ungkap pemilik Pengobatan Ramuan Akar Bumi ini.

Dalam mengobati berbagai penyakit, Tabib Romi menggunakan berbagai jenis tanaman yang didapat dari berbagai tempat. Tanaman obat ini tak hanya didapatnya dari Indonesia, beberapa jenis tanaman juga harus didatangkan dari luar negeri.

Tabib Romi menceritakan tak semua jenis tanaman bisa dijadikan sebagai obat. Bahkan satu jenis tanaman yang sama jika tumbuh di tempat yang berbeda bisa jadi memiliki khasiat yang berguna. Karenanya diperlukan pengetahuan dan keahlian untuk meracik obat. Jika dilakukan oleh sembarang orang, bukan hal mustahil obat yang dibuat akan berubah menjadi racun.

“Tanaman, lain tempat lain khasiatnya. Jika mau membuat obat harus mengambil tanaman yang tepat. Obat juga harus dibuat dari sarinya tanaman, dari tanaman terbaik di bagian yang terbaik untuk bisa menyembuhkan. Selain mengandalakan tanaman obat, penyembuhan di tempat kami juga menggunakan bantuan secara spiritual untuk mempercepat proses menuju sehat,” jelasnya.

Menurut Tabib Romi, pengobatan herbal yang telah dikenal masyarakat Indonesia sejak lama tak kalah jika dibandingkan dengan pengobatan dengan cara-cara modern. Bahkan pengobatan yang menggunakan bahan-bahan alami ini tak memiliki efek samping yang negatif bagi tubuh.

Obat yang memang berasal dari alam akan dengan mudah diproses di dalam tubuh dan diurai oleh alam. Berbeda dengan obat-obatan yang terbuat dari bahan kimia sintetik, zat-zat yang tak mampu dioleh oleh tubuh bukan tidak mungkin justru berubah menjadi penyakit baru yang semakin menggerogoti tubuh.

Untuk tanaman yang digunakan sebagai bahan obat, Tabib Romi menceritakan telah ada standardisasi. Bahkan untuk obat-obat yang berasal dari luar, sebelumnya dilakukan pengecekan guna mengetahui keaslian serta kandungan yang ada di dalamnya. Diungkapkan, untuk mengobati satu jenis penyakit diperlukan berbagai kombinasi tanaman, bahkan ada beberapa jenis penyakit yang obatnya harus dibuat dari 30 sampai 45 jenis tanaman yang berbeda.

Sejak memulai membantu penyembuhan sekitar tahun 1984, telah ada jutaan orang yang dibantunya. Mereka yang datang untuk berobat berasal dari berbagai kalangan. Bahkan beberapa pasien Tabib Romi berasal dari luar negeri seperti Australia, Prancis dan Filipina dengan berbagai keluhan penyakit mulai dari asam urat, kencing manis, eksim, kusta, tumor hingga kanker.

“Banyak yang datang ke sini dengan berbagai keluhan penyakitnya. Untuk di Indonesia ternyata penyakit lemah syahwat yang paling dominan. Ini dikarenakan tingkat stress masyarakat sangat tinggi yang berpengaruh pada kualitas hidup. Tekanan terutama tekanan ekonomi dirasakan oleh sebagian besar masyarakat, inilah yang memicu datangnya penyakit,” ungkapnya.

Melayani Tanpa Batas

Keahliannya untuk mengobati dijadikan Tabib Romi sebagai jalan untuk membantu dan memberi pelayanan kepada sesama manusia. Karenanya dalam membantu ia tak pernah melihat batasan agama, suku bangsa ataupun warna kulit. Baginya semua manusia sama, yang sedang mengalami kesulitan harus dibantu, sementara mereka yang bisa membantu wajib untuk membantu.

Bahkan untuk pasien-pasien yang tidak mampu, Pengobatan Ramuan Akar Bumi menerima kartu miskin. “Meski ini bukan lembaga pemerintah, tetapi kami menerima kartu miskin. Bagi mereka yang tidak mampu bisa diberikan keringanan bahkan gratis untuk berobat. Tujuannya memang bukan sekadar uang, tetapi bagaimana kita sebagai manusia bisa saling membantu dan melayani,” ujarnya .

Saat ini hampir 90% masyarakat tertarik dengan metode pengobatan herbal ini dikarenakan jika dibandingkan metode ini memang lebih murah. Di samping itu hasil yang didapat juga memuaskan tanpa adanya efek samping yang berbahaya bagi tubuh.

Tingginya minat masyarakat untuk kembali menggunakan metode pengobatan herbal juga mendorong bermunculannya berbagai tempat yang menawarkan pengobatan semacam ini. Bagi Tabib Romi, kondisi semacam ini bukanlah suatu yang buruk. Jika memang setiap tempat seperti ini didukung oleh kemampuan mengobati yang baik, masyarakat justru semakin diuntungkan karena semakin banyak yang bisa melayani.

“Ini jangan dilihat sebagai sebuah persaingan. Sekarang bagaimana masing-masing dari kita mengandalkan keahlian kemudian tunjukkan bukti dengan pengakuan dan kepuasan yang dirasakan pasien terkait penyakit yang dideritanya. Jika kita memang memiliki keahlian untuk menyembuhkan, pasti pasien akan datang dengan sendirinya.” (ayu)

Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA