“Buah tomat…warnanya merah
Kalo dimakan, badan menjadi sehat “
Nyaris semua anak-anak Indonesia mengenal kalimat di atas. Kalimat, betapa bermanfaatnya buah tomat bagi tubuh. Ketika baru memasuki bangku sekolah, bahkan pra sekolah, kalimat-kalimat tersebut selalu diperkenalkan oleh guru, bahkan orangtua kita di rumah.
Di setiap dapur dalam rumah tangga, buah berbentuk bulat berwarna merah ini nyaris selalu tersedia. Sebagai bahan pelengkap sayur dan enak dibuat sambal.
Sayang, tak banyak anak-anak negeri ini, ketika tumbuh dewasa, tertarik untuk bertanam tomat, sebagai sebuah hobi berkebun, ataupun sebagai petani sayur.
Bertanam tomat sejatinya tak terlalu sulit. Sebelum mempelajari cara menanam tomat, perlu dikenali jenis dan habitat tempat tumbuh yang baik bagi tanaman tomat ini. Tomat adalah tanaman yang tidak tahan hujan dan sinar matahari terik.Tomat dapat ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi. Tomat cocok ditanam di tanah yang gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan pH antara 5 - 6. Curah hujan yang dibutuhkan tomat 750-1250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapat menghambat persarian. Kelembaban relatif untuk tanam tomat yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan tanaman yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak. Sementara kondisi itu di satu sisi akan merangsang mikroorganisme pengganggu tanaman dan ini berbahaya bagi tanaman. Tomat lebih memuaskan hasilnya apabila ditanam di daerah yang kering dan sejuk pegunungan.
Budidaya Tomat
Penyemaian biji tomat
Siapkan media tanam untuk tanaman tomat yang merupakan campuran tanah dan pupuk kandang 25 - 30 kg. Masukkan dalam polibag plastik atau contongan daun pisang atau kelapa. Sebarlah benih secara merata atau masukkan satu per satu dalam polibag
Setelah benih berumur 8-10 hari, pilih bibit yang baik, tegar dan sehat, lalu pindahkan dalam bumbunan daun pisang yang berisi campuran media tanam
Penyiraman dilakukan setiap hari (lihat kondisi tanah)
Penanaman bibit Tomat
Setelah bibit tomat berumur tiga minggu berada dalam pot-pot yang ditanam tadi, pilihlah sekali lagi bibit tomat yang bagus saja, kemudian dipindah ke tempat penanaman yang tetap, yaitu bedengan-bedengan yang sudah digemburkan tanahnya sedalam 60 cm dan dipupuk dengan pupuk kandang kering yang sudah dingin sebanyak 1/4 blek minyak tanah per M2. Jangan menggunakan pupuk kandang basah, karena dapat menularkan penyakit-penyakit (cendawan).
Jarak tanamnya harus 50 X 60 - 75 cm. Namun apabila halamannya terbatas boleh juga menanam dengan jarak antara batang "tomat" yang satu dengan yang lain 50 x 50 cm.
Pemeliharaan tanaman tomat
Supaya mendapat hasil yang memuaskan, tanaman tomat tumbuhnya harus teratur. Batang tomat harus dirambatkan ke atas, harus bebas dari cabang-cabang. Cabang yang terbentuk harus segera dipotong, kecuali cabang paling atas. Setelah batang setinggi 1 – 1,25 meter, potonglah pucuknya, di atas dompolan bunga yang ke lima atau ke enam (dihitung dari bawah). Pertumbuhannya lantas diteruskan oleh cabang yang paling atas tadi. Dengan begitu kita hanya akan mendapat lima sampai enam dompolan buah saja per batang, namun buah-buahnya akan tumbuh leluasa besarnya.
Apabila buah tomat sudah tumbuh sebesar kelereng, lakukan pengurangan hingga hanya sisa ada paling banyak lima buah dalam satu tangkai. Apabila dibiarkan lebih dari itu, tumbuhnya akan berdesak-desakan, sehingga nanti buahnya tidak sama rata besarnya. Lebih baik, dipilih saja, yang bagus-bagus dibiarkan, dan yang kerdil jelek dibuang.
Apabila buah-buah sudah besar, maka daun-daun paling ujung pada tiap-tiap cabang yang dibiarkan pendek tempo hari, harus dipotong bersama-sama dengan semua kuncup yang muncul pada pangkal tangkai dapat didorong lebih cepat lagi masaknya, sehingga cepat pula berubah warna dari hijau ke jingga.
Hama dan penyakit utama tanaman tomat
- Ulat buah (Helicoperva armigera dan Heliothis sp.). Gejala buah berlubang dan kotoran menumpuk dalam buah yang terserang. Lakukan pengumpulan dan pemusnahan buah tomat terserang, semprot dengan PESTONA
- Lalat buah (Brachtocera atau Dacus sp.).Gejala buah busuk karena terserang jamur dan bila buah dibelah akan kelihatan larva berwarna putih. Kumpulkan dan bakar buah terserang, gunakan perangkap lalat buah jantan (dapat dicampur insektisida)
- Busuk daun (Phytopthora infestans), bercak daun dan buah (Alternaria solani) serta busuk buah antraknose (Colletotrichum coccodes). Jika ada serangan semprot dengan Natural GLIO
- Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami (PESTONA, GLIO, VITURA) belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
- Busuk ujung buah. Ujung buah tampak lingkaran hitam dan busuk. Ini gejala kekurangan Ca ( Calsium). Berikan Dolomit.
Saatnya panen buah tomat
Memetik buah tomat jangan menunggu sampai berwarna merah betul, sebab buah tomat yang dipetik sesudah merah semuanya akan meledak kalau disimpan lebih lanjut. Sebaliknya kalau memetik buah tomat saat berwarna kuning jingga sebagian saja kalau disimpan akan masak sendiri, walaupun di luar batang. Namun jangan sampai memetik buah tomat yang masih hijau, karena tidak mungkin bisa masak, tapi malah akan busuk.
Apabila memetik buah tomat tepat pada waktunya, dan tidak terburu-buru atau terlalu lama menunggu sampai merah rata, maka tanaman itu lantas dapat berbuah lagi. Lumayan untuk menambah produksi. Mau mencoba? (SNJ)

