Selasa, 25 September 2012

KECANDUAN FUTSAL (Edisi IX/2012)



Bersama sejumlah rekan seprofesinya, Johannes P Christo kini punya rutinitas baru. Setiap Rabu malam, ia dan sekitar 19 temannya berkumpul di sebuah arena futsal, Friend 5 Futsal, di Tohpati, Denpasar. Biasanya, mereka menghabiskan waktu satu jam untuk “memeras” keringat di lapangan tertutup seluas 400 meter persegi itu. 
“Bermain futsal itu ternyata asyik lho, dan menyehatkan pastinya,” ujar fotografer freelance yang dulunya jauh dari hobi olahraga.
Christo dan rekan-rekannya mulai menekuni hobi baru mereka sejak sekitar tiga bulan lalu. Tak sekadar berkumpul dan berolahraga, mereka bahkan membentuk tim kebanggaan yang diberi nama Jurnalis FC atau Jurnalis Futsal Club. Diberi nama demikian, karena semua anggotanya adalah jurnalis dari berbagai media lokal dan nasional di Bali.
“Tim ini sebenarnya dibentuk agar kita jadi lebih bersemangat latihan, bukan untuk benar-benar serius jadi pemain futsal profesional. Kalau tidak punya nama, kan jadi ada yang kurang rasanya,” kata Yuda A Riyanto, fotografer harian NusaBali yang bertindak selaku koordinator Jurnalis FC.
Meski tidak dibentuk untuk menjadi atlet futsal professional, toh Jurnalis FC sempat beberapa kali mengikuti kompetisi kelas amatir. Di antaranya, berkompetisi dengan sejumlah dinas di Pemkab Badung, saat kompetisi futsal digelar Pemkab Badung beberapa waktu lalu. “Kita memang nggak menang, tapi memang bukan kemenangan yang kita cari. Semuanya untuk fun saja,” ujar Yuda.
Sebagai penyemangat, tim ini juga membuat baju seragam untuk dipakai pada even-even tertentu. “Maksudnya, biar kelihatan kompak,” tambahnya.
Olahraga futsal kini memang seolah menjadi tren di masyarakat. Sejumlah arena futsal yang menjamur di Kota Denpasar seolah tidak pernah sepi. Padahal, untuk memanfaatkan lapangan futsal, mereka umumnya harus merogoh kocek yang lumayan.
Biaya sewa lapangan dengan rumput sintetis di Friend 5 Futsal misalnya, dipatok Rp 110 ribu per jam untuk pelajar dan Rp 130 ribu per jam untuk masyarakat umum.
“Biaya sewanya memang kelihatan mahal, tapi kalau kita semua urunan, jadinya nggak mahal. Sesuai lah dengan manfaat yang kita dapat. Olahraganya juga asyik, kumpul rame rame. Kalau nggak main rasanya ada yang kurang,” ujar Christo.
Christo mengakui, bermain futsal kini sudah menjadi tren di kalangan masyarakat. Futsal menjadi jauh lebih populer ketimbang sepakbola yang dulu umum dilakukan.
“Futsal itu antara hobi, tren, dan gaya hidup. Tapi kita main futsal bukan sekadar karena tren atau untuk bergaya. Tujuan akhirnya tetap untuk kesehatan,” tambahnya.
Kenapa tidak memilih sepakbola di lapangan terbuka?
“Sepakbola terlalu melelahkan karena harus dengan lapangan yang luas. Selain itu,kami semua bekerja dan hanya bisa berolahraga malam hari. Di mana kita bisa berolahraga malam hari kalau tidak di lapangan futsal? “ ujarnya.
Made Arjoni, pengelola Friend 5 Futsal, mengakui olahraga futsal semakin diminati seiring makin menyempitnya ruang publik yang bisa digunakan masyarakat untuk berolahraga. “Bahkan di lapangan Renon, tidak bisa juga kita bermain sepakbola dengan bebas sekarang, karena pengunjungnya kan banyak sekali, sedangkan ruangnya sangat terbatas,” jelas pria 49 tahun itu.
Sejak dibuka pada Agustus dua tahun lalu, Friend 5 Futsal diakui sudah memiliki banyak pelanggan dari kalangan pelajar, mahasiswa, maupun pekerja. “Kalau pagi sampai siang hari, umumnya yang datang pelajar dan mahasiswa. Sedangkan kalau malam hari, umumnya pekerja,” kata Arjoni.
Futsal yang semakin tren di masyarakat, juga diikuti oleh semakin banyaknya pengusaha yang melirik bisnis arena futsal ini. Dampaknya pun dirasakan Friend 5 Futsal yang memiliki 4 lapangan futsal. “Kalau dulu, orang dari mana saja datang ke sini. Dari Renon, Sanur, Batubulan, dan lain lain. Tapi sekarang arena futsal sudah banyak sekali dan sudah ada di masing-masing tempat. Jadi otomatis pelanggan jadi berkurang,” keluh Arjoni.
Guna menarik lebih banyak pelanggan, Friend 5 Futsal menawarkan paket dengan harga khusus bagi pelanggan yang mau menjadi member.  Untuk 8 jam permainan, hanya dikenakan biaya total Rp 900.000, lebih murah dari seharusnnya Rp 1.040.000. “Sistem pembayarannya juga bisa dicicil, jadi lebih ringan,” jelasnya.
Meski harus bersaing dengan arena arena futsal yang lain, Arjoni optimis bisnis yang dikelolanya dapat bersaing. “Kami punya beberapa pelanggan setia, dan kami terus berupaya memberi pelayanan optimal agar mereka tetap percaya kepada kami,” tegasnya. (viani)


=======================================================================
Tentang Futsal :
-          Dipopulerkan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930
-          Luas lapangan: panjang 25-43 m x lebar 15-25 m
-          Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
-          Bola: Ukuran: 4; Keliling: 62-64 cm; Berat: 0,4 - 0,44 kg
-          Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
-          Lama permainan normal 2x20 menit
-          Lama perpanjangan waktu: 2x10 menit (bila hasil masih imbang setelah 2x20 menit waktu normal)
-          Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit



Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA