Saat mayoritas unit koperasi memilih usaha pokok
simpan pinjam dan kredit konsumtif untuk membesarkan bisnisnya, Koperasi
Amoghasiddhi menempuh kiat yang berbeda. Koperasi yang berdiri sejak 5 Juni
2005 ini dalam memajukan kesejahteraan anggotanya sekaligus mengedukasi cara
jitu berinvestasi. Seperti apa?
Koperasi
Amoghasiddhi berlokasi di Jalan Sokasati No. 6 Kesiman, Denpasar. Pembentukan awalnya
dimotori oleh 31 orang sebagai pendiri. Nama Amoghasiddhi sendiri berarti tidak
pernah salah dan selalu berhasil. Berbekal idealisme itu juga yang mendasarkan
pijakan koperasi ini untuk menjalankan prinsip dasar berkoperasi demi
kesejahteraan bersama. Berbagai kiat dikembangkan dengan tak mengesampingkan
kemandirian.
Kredit kepemilikan
emas, nama salah satu kredit unggulan yang ditawarkan Amoghasiddhi. Manajer
Koperasi Amoghasiddhi, Ida Ayu Maharatni, mengatakan program kredit emas
telah dimulai sejak November 2010. Bermula dari kredit konsumtif yang
dirasa anggota sudah mulai jenuh dan jumlah dana pengembangan koperasi yang
saat itu telah mencapai Rp1 miliar.
"Kami tidak jual
beli emas, tetapi kami membantu membiayai anggota koperasi untuk membelikan
emas," ucapnya. Mengapa emas? Harapannya agar semua anggota di kemudian
hari dapat memiliki emas. Emas itu juga dapat dijadikan jaminan ketika nantinya
anggota koperasi meminjam uang di koperasi.
Jadi, kata dia,
koperasi tidak melulu membiayai kredit konsumtif, tetapi juga mengedukasi (baca
:mengajari) anggota bahwa ada barang-barang yang mempunyai nilai investasi.
Sekaligus dengan investasi semacam ini dapat menjaga uang supaya tidak terkena
dampak inflasi.
Dikatakan, harga emas
selama ini di atas inflasi dan rate-nya
di atas deposito. Secara umum harga emas dunia bertumbuh di atas 20
persen dan tidak mengalami gejolak yang terlalu signifikan. "Kredit ini
hanya khusus bisa dinikmati oleh anggota koperasi kami, dan tidak untuk
masyarakat umum," ujarnya.
Untuk menjadi anggota
koperasi yang berbadan hukum No. 03/BH/XXVII/IV/2011 ini, juga tidak bisa
sembarang orang. Harus melalui rekomendasi anggota koperasi. Tujuannya supaya
kualitas tetap terjaga di tengah perkembangan koperasi. "Bukankah banyak
juga dapat ditemui di lapangan, walaupun ada orang yang memiliki jaminan tetapi
tidak mau membayar," katanya.
Emas yang dapat
dikredit anggota koperasi adalah emas murni 24 karat bersertifikat
internasional (PT Antam, Tbk). Beratnya bervariasi dari 5 gram, 10, 25, 50, 100
hingga 250 gram. Mekanisme untuk memperoleh kredit emas cukup mudah. Anggota
cukup membayar uang muka (DP) sebesar 20 persen dari nilai emas pada waktu
pemesanan. Selanjutnya sisanya bisa dicicil setiap bulan dengan bunga 1,8
persen menurun. Jangka waktu cicilan paling lama dua tahun dan kredit dapat
dilunasi sewaktu-waktu. "Jika dalam jangka satu atau dua bulan anggota
sudah mempunyai uang untuk melunasi itu tidak masalah. Mereka tidak dikenakan
biaya tambahan," tuturnya sembari menyebutkan hingga sekarang Amogasiddhi
sudah membiayai sekitar enam kilogram emas bagi anggotanya.
Mengadopsi
Teknologi
Ia menambahkan,
pembayaran DP dan kredit emas tidak harus langsung datang ke koperasi, tetapi
bisa ditransfer melalui empat bank yang diajak bermitra yakni Bank Permata,
BNI, BPD Bali, dan Bank Sinar. Mengadopsi teknologi, Koperasi Amoghasiddhi
rutin setiap hari menginformasikan perkembangan harga emas via pesan Blackberry
Messager.
Secara umum harga emas
yang dapat dikredit anggota yakni yang beratnya 5 gram itu harganya Rp 2,5-2,7
juta, 10 gram berkisar Rp 4,8-5,6 juta, 25 gram emas berkisar Rp 12-13 juta,
sedangkan emas 50 gram Rp 25-27 juta, serta 100 gram emas dengan kisaran Rp 51-54
juta.
"Jadi uang mukanya
tergantung harga emas saat itu. Jika harga emasnya lagi naik, biasanya naik
juga uang mukanya," ujarnya.
Saat ini jumlah anggota
koperasi yang diketuai I Ketut Meniarta ini sudah lebih dari 600 orang yang
berasal dari kalangan karyawan swasta, pegawai negeri dan pengusaha. Sekitar 60
persen berusia 20 hingga 35 tahun. Karena anggota koperasi sebagian besar
adalah orang-orang produktif, kredit emas cukup mendapat sambutan. Yang paling
diminati anggota adalah kredit emas seberat 25 dan 50 gram. Sedangkan kalangan
pengusaha biasanya mencari yang 100 dan 250 gram.
"Bagi kami program
ini cukup aman karena sebenarnya sama saja seperti anggota meminjam uang ke
koperasi, karena kami tidak punya stok emas. Mereka meminjam uang dan kami
membantu membelikan," ucap Maharatni yang mengatakan jam buka koperasi
dari pukul 08.00 hingga 20.00 Wita. Sengaja jam buka lebih panjang dibandingkan
koperasi lainnya untuk memberi kesempatan pada anggota yang bekerja dalam
mencairkan kredit di saat usai bekerja.
Amogasiddhi yang kini
sudah mempunyai dana berputar sekitar Rp 3 miliar, juga memiliki tiga jenis
kredit lainnya yakni kredit gadget
dan elektronik, kepemilikan sepeda motor dan kredit konsumtif dengan plafond sampai Rp 50 juta. Demikian juga
ada tiga jenis bentuk simpanan, Sijakop (Simpanan Berjangka Koperasi), Tamasa
(Tabungan Masa Depan Amogasiddhi) serta Simplus (Simpanan Plus). Ke depan akan
dikembangkan juga Simpanan Tirtayatra untuk membantu anggota melakukan
perjalanan ritual. (ima)
