Selasa, 25 September 2012

Koperasi Amoghasiddhi LEWAT INVESTASI EMAS, EDUKASI MASYARAKAT (Edisi IX/2012)



Saat mayoritas unit koperasi memilih usaha pokok simpan pinjam dan kredit konsumtif untuk membesarkan bisnisnya, Koperasi Amoghasiddhi menempuh kiat yang berbeda. Koperasi yang berdiri sejak 5 Juni 2005 ini dalam memajukan kesejahteraan anggotanya sekaligus mengedukasi cara jitu berinvestasi. Seperti apa?

Koperasi Amoghasiddhi berlokasi di Jalan Sokasati No. 6 Kesiman, Denpasar. Pembentukan awalnya dimotori oleh 31 orang sebagai pendiri. Nama Amoghasiddhi sendiri berarti tidak pernah salah dan selalu berhasil. Berbekal idealisme itu juga yang mendasarkan pijakan koperasi ini untuk menjalankan prinsip dasar berkoperasi demi kesejahteraan bersama. Berbagai kiat dikembangkan dengan tak mengesampingkan kemandirian.
Kredit kepemilikan emas, nama salah satu kredit unggulan yang ditawarkan Amoghasiddhi. Manajer Koperasi Amoghasiddhi, Ida Ayu Maharatni, mengatakan program kredit emas  telah dimulai sejak November 2010. Bermula dari kredit konsumtif yang dirasa anggota sudah mulai jenuh dan jumlah dana pengembangan koperasi yang saat itu telah mencapai Rp1 miliar.
"Kami tidak jual beli emas, tetapi kami membantu membiayai anggota koperasi untuk membelikan emas," ucapnya. Mengapa emas? Harapannya agar semua anggota di kemudian hari dapat memiliki emas. Emas itu juga dapat dijadikan jaminan ketika nantinya anggota koperasi meminjam uang di koperasi.
Jadi, kata dia, koperasi tidak melulu membiayai kredit konsumtif, tetapi juga mengedukasi (baca :mengajari) anggota bahwa ada barang-barang yang mempunyai nilai investasi. Sekaligus dengan investasi semacam ini dapat menjaga uang supaya tidak terkena dampak inflasi.
Dikatakan, harga emas selama ini di atas inflasi dan rate-nya di atas deposito. Secara umum harga emas dunia  bertumbuh di atas 20 persen dan tidak mengalami gejolak yang terlalu signifikan. "Kredit ini hanya khusus bisa dinikmati oleh anggota koperasi kami, dan tidak untuk masyarakat umum," ujarnya.
Untuk menjadi anggota koperasi yang berbadan hukum No. 03/BH/XXVII/IV/2011 ini, juga tidak bisa sembarang orang. Harus melalui rekomendasi anggota koperasi. Tujuannya supaya kualitas tetap terjaga di tengah perkembangan koperasi. "Bukankah banyak juga dapat ditemui di lapangan, walaupun ada orang yang memiliki jaminan tetapi tidak mau membayar," katanya.
Emas yang dapat dikredit anggota koperasi adalah emas murni 24 karat bersertifikat internasional (PT Antam, Tbk). Beratnya bervariasi dari 5 gram, 10, 25, 50, 100 hingga 250 gram. Mekanisme untuk memperoleh kredit emas cukup mudah. Anggota cukup membayar uang muka (DP) sebesar 20 persen dari nilai emas pada waktu pemesanan. Selanjutnya sisanya bisa dicicil setiap bulan dengan bunga 1,8 persen menurun. Jangka waktu cicilan paling lama dua tahun dan kredit dapat dilunasi sewaktu-waktu. "Jika dalam jangka satu atau dua bulan anggota sudah mempunyai uang untuk melunasi itu tidak masalah. Mereka tidak dikenakan biaya tambahan," tuturnya sembari menyebutkan hingga sekarang Amogasiddhi sudah membiayai sekitar enam kilogram emas bagi anggotanya.

Mengadopsi Teknologi
Ia menambahkan, pembayaran DP dan kredit emas tidak harus langsung datang ke koperasi, tetapi bisa ditransfer melalui empat bank yang diajak bermitra yakni Bank Permata, BNI, BPD Bali, dan Bank Sinar. Mengadopsi teknologi, Koperasi Amoghasiddhi rutin setiap hari menginformasikan perkembangan harga emas via pesan Blackberry Messager.
Secara umum harga emas yang dapat dikredit anggota yakni yang beratnya 5 gram itu harganya Rp 2,5-2,7 juta, 10 gram berkisar Rp 4,8-5,6 juta, 25 gram emas berkisar Rp 12-13 juta, sedangkan emas 50 gram Rp 25-27 juta, serta 100 gram emas dengan kisaran Rp 51-54 juta.
"Jadi uang mukanya tergantung harga emas saat itu. Jika harga emasnya lagi naik, biasanya naik juga uang mukanya," ujarnya.
Saat ini jumlah anggota koperasi yang diketuai I Ketut Meniarta ini sudah lebih dari 600 orang yang berasal dari kalangan karyawan swasta, pegawai negeri dan pengusaha. Sekitar 60 persen berusia 20 hingga 35 tahun. Karena anggota koperasi sebagian besar adalah orang-orang produktif, kredit emas cukup mendapat sambutan. Yang paling diminati anggota adalah kredit emas seberat 25 dan 50 gram. Sedangkan kalangan pengusaha biasanya mencari yang 100 dan 250 gram.
"Bagi kami program ini cukup aman karena sebenarnya sama saja seperti anggota meminjam uang ke koperasi, karena kami tidak punya stok emas. Mereka meminjam uang dan kami membantu membelikan," ucap Maharatni yang mengatakan jam buka koperasi dari pukul 08.00 hingga 20.00 Wita. Sengaja jam buka lebih panjang dibandingkan koperasi lainnya untuk memberi kesempatan pada anggota yang bekerja dalam mencairkan kredit di saat usai bekerja.
Amogasiddhi yang kini sudah mempunyai dana berputar sekitar Rp 3 miliar, juga memiliki tiga jenis kredit lainnya yakni kredit gadget dan elektronik, kepemilikan sepeda motor dan kredit konsumtif dengan plafond sampai Rp 50 juta. Demikian juga ada tiga jenis bentuk simpanan, Sijakop (Simpanan Berjangka Koperasi), Tamasa (Tabungan Masa Depan Amogasiddhi) serta Simplus (Simpanan Plus). Ke depan akan dikembangkan juga Simpanan Tirtayatra untuk membantu anggota melakukan perjalanan ritual. (ima)
Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA