Minggu, 28 Oktober 2012

DORONG KOPERASI KELOLA USAHA PARIWISATA (Edisi X/2012)

Kementerian Koperasi dan UKM RI berupaya mendorong agar lebih banyak lagi koperasi yang mengelola usaha produktif di bidang pariwisata. Koperasi juga didorong untuk bisa meningkatkan daya saingnya, sehingga mampu berkompetisi di pasar global.
Asisten Deputi Urusan Ketenagalistrikan dan Aneka Usaha Kementerian Koperasi Dan UKM, Victoria br. Simanungkalit, menjelaskan pihaknya siap memfasilitasi koperasi yang tertarik untuk bergerak di bidang usaha pariwisata.

“Koperasi diharapkan juga bisa bergerak di bidang jasa pariwisata. Walaupun saat ini sudah ada yang bergerak dalam bidang pariwisata, tetapi masih belum profesional,” jelas Victoria dalam acara Diklat Pengelolaan Usaha Produktif di Bidang Pariwisata, di Denpasar, September lalu.  
Menurut Victoria, peluang usaha jasa pariwisata sangatlah besar sehingga sangat layak digarap koperasi. Keterlibatan koperasi dalam industri jasa ini menurutnya merupakan bentuk nyata pariwisata berbasis masyarakat. Dikatakan, melibatkan dan meletakkan masyarakat sebagai pelaku pariwisata, sangat penting dalam konteks paradigma baru pembangunan, yakni pembangunan berkelanjutan.
Pelatihan tersebut digelar sebagai salah satu upaya meningkatkan kapasitas produksi koperasi dan UKM, khususnya melalui sentuhan-sentuhan teknologi. Tidak hanya teknologi produksi, tetapi juga teknologi di bidang jasa, termasuk pariwisata.

Kementerian Koperasi dan UKM sendiri telah memfasilitasi koperasi untuk menggarap usaha pariwisata sejak beberapa tahun lalu. Di antaranya melalui pemberian bantuan kapal wisata kepada sejumlah koperasi sejak tahun 2007, dan homestay sejak 2011. “Tetapi pengelolaannya masih belum seprofesional hotel. Kita ingin koperasi mempunyai posisi yang sama dengan pelaku pariwisata yang lainnya,” ujarnya.

Sejak tahun 2007, Kementerian Koperasi dan UKM telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan untuk pengelolaan kapal wisata dan pengelolaan homestay kepada sejumlah koperasi di seluruh Indonesia, seperti Bali, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, dan Riau. Hingga tahun ini, total dana yang sudah disalurkan melalui program ini sudah mencapai Rp 2,91 miliar.

Dengan menggelar pelatihan bagi sejumlah koperasi di Bali, kata Victoria, pihaknya berharap koperasi dapat meningkatkan kapasitasnya. “Pelatihan semacam ini akan kami selenggarakan secara berkesinambungan,” tambahnya.

Dalam pelatihan empat hari tersebut, kalangan perkoperasian Bali juga diajarkan bagaimana membuat bussines plan. “Karena selama ini, koperasi yang diberikan bantuan nggak tahu apa yang harus dikerjakan. Tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengembangkannya. Jadi sebelum masuk ke materi pariwisata, diberikan juga pelatihan tentang bussines plan,” jelasnya.

Pasca mengikuti pelatihan, koperasi koperasi tersebut selanjutnya juga diberikan kesempatan untuk mengajukan proposal bantuan dana kepada Kementerian Koperasi dan UKM. “Nantinya diharapkan mereka tidak saja mengajukan proposal kepada kami, tetapi bisa juga ke bank atau lembaga keuangan lainnya,” tegas Victoria.

Dengan diberikan pelatihan, pihak kementerian juga berharap seluruh fasilitas yang diberikan tidak akan mangkrak. Sebaliknya, bantuan itu diharapkan dapat dikembangkan dengan lebih baik lagi. “Kalau ini bisa berkembang lebih baik lagi, bisa menjadi percontohan bagi yang lainnya. Karena bantuan itu tanpa sumber daya manusia yang profesional, ya akan sia-sia,” tandasnya. (viani)
Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA

  • SEBUAH PERAYAAN SEKADAR “ NGE-POP” (Edisi II/2013)Valentine Day menyimpan banyak pertanyaan  tentang nilai. Kali ini seorang budayawan  membedah arti perayaan Valentine Day, untuk menjadi renungan banyak orang. Tentu segalanya agar tak terkesan latah dalam berbudaya. Redaksi memilih seorang budayawan yang cukup tajam dalam pengamatan dan...(more)
  • MENEMUKAN VALENTINE YANG LEBIH UNIVERSAL (Edisi II/2013) Martir itu bernama Santo Valentinus. Ia menggoreskan pesan tentang keyakinannya pada kasih sayang, saat detik-detik sebelum hukuman mati dilaksanakan. "Dari Valentinusmu," tulisnya. Valentinus secara sadar melanggar larangan menikah yang digariskan oleh Raja Roma Claudius II (zaman itu raja...(more)
  • KASIH SAYANG SEPANJANG ZAMAN (Edisi II/2012) Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE ...(more)
  • BISNIS KASIH SAYANG ALA PANTAI KUTA (Edisi II/2013)Valentine Day yang menembus hampir semua usia, semua lapisan dan pelosok sebagai Hari Kasih Sayang, juga dirasakan merambah dunia pariwisata. Dunia pelancongan ini memang dikenal toleran terhadap sesuatu yang  baru termasuk budaya popular. Begitu juga bisnis akomodasi wisata di Bali. Bali,...(more)
  • DESA ADAT SEBAIKNYA PASIF (Edisi I/2013)Semarak Tahun Baru 2013 di Bali, tentu tak bisa dihindari. Berbagai niat dan ekspresi kegembiraan selalu mewarnai. Ada perbedaan tentunya dengan Tahun Baru Caka yang menjadi tradisi masyarakat Hindu Bali pada momen ini. Hampir seluruh kegembiraan yang rutin dalam pergantian tahun selalu ditandai...(more)
  • PERGANTIAN TAHUN MENJELANG, UANG BERPUTAR KENCANG (Edisi I/2013)Bali masih menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan. Apalagi di momen menjelang pergantian tahun, selalu menjadi wisata menarik dengan berbagai suguhannya. Terbukti dari tahun ke tahun, selalu saja wisatawan nusantara maupun dunia mendambakan pemandangan tersendiri di Pulau Dewata ini. Tak...(more)
  • MEMBERI MAKNA PADA PERGANTIAN TAHUN (Edisi I/2013)Pergantian tahun atau yang lazim disebut tahun baru, bagi tiap daerah dirayakan dan dimaknai dengan tradisi sendiri. Pun masyarakat Bali demikian adanya, ketika Tahun Baru Caka, datang. Tiap daerah memiliki tradisi berbeda secara ritual maupun spiritualnya. Ida Pedanda Gede Telaga, salah seorang...(more)
  • POSKO TAHUN BARU MARAK Bermanfaat atau Berlebih? (Edisi I/2013)Perayaan penghujung tahun tentu sah-sah saja. Pesta dan perayaan kecil memang selalu terlihat berulang mewarnai tutup tahun dan menyambut datangnya tahun baru. Ada rona kemeriahan dan kegembiraan di setiap sudut kota dan di banjar-banjar.  Kewajaran berpesta diamini oleh seorang aktivis muda...(more)
  • URUSAN PEREMPUAN, URUSAN SEMUA LINI (Edisi XII/2012)Hari AIDS Sedunia (HAS 2012) tengah melansir isu besar yang menjadi fokus utama dewasa ini -- perempuan dan anak. Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar, Tri Indarti, tema HAS tersebut sangat beralasan. “Data dari nasional hingga daerah, semua mendapati  bahwa kasus...(more)
  • UJICOBA TERAPI AIDS DENGAN REKAYASA GENETIKA (Edisi XII/2012)Penyakit HIV-AIDS hingga kini tetap belum dapat disembuhkan. Terapi kombinasi obat-obatan memang secara medis dapat mengendalikan serangan penyakit AIDS, namun efeknya hanya untuk memperpanjang umur penderita. Kini sejumlah ilmuwan dari Amerika Serikat melakukan uji coba pengobatan HIV-AIDS...(more)
  • PERAN KAUM MUDA CUKUP SIGNIFIKAN (Edisi XII/2012) Persoalan perempuan dan anak tak bisa dipecahkan sendiri. Semua pihak berkepentingan untuk menyelamatkan generasi. Dan isu HIV/AIDS adalah bagian penting yang terintegrasi dari kehidupan sosial perempuan dan anak. Begitu juga yang didengungkan dalam tema Hari AIDS Sedunia (HAS 2012). Persoalan...(more)
  • SINERGI BERBAGI PERAN ADALAH KUNCI (Edisi XII/2012)Hari AIDS Sedunia (HAS), diperingati setiap tahun oleh seluruh negara. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat tengah menyiapkan rangkaian HAS dengan berbagai hal. Buku pedoman pun tengah dilansir melalui Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak Republik...(more)
  • MENCEGAH DAN MENGENDALIKAN BERSAMA (Edisi XI/2012)Data statistik Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) tentang kasus HIV/AIDS di Indonesia  menunjukkan secara komulatif kasus ini per 1 April 1987 hingga 30 Juni 2012 memiliki total jumlah yang terinfeksi di Indonesia sebanyak 86.762 orang. Sedangkan yang sudah dalam tahapan AIDS di Indonesia,...(more)
  • MENGELOLA RISIKO DENGAN POSITIF DAN KONSTRUKTIF (Edisi XI/2012)Awal Oktober lalu, RSUD Badung menolong persalinan ibu yang teridentifikasi ODHA. Ibu rumah tangga berusia 30-an tahun itu, melahirkan bayinya dengan operasi caesar yang disarankan oleh dokter. Tak ada kelainan fisik apapun pada bayi. Hanya saja menunggu 18 bulan lagi untuk mengetahui sang bayi...(more)
  • SUARA ODHA MENOLAK DISKRIMINASI (Edisi XI/2012)Lika-liku, penuh kenangan. Kesedihan berubah menjadi kebanggaan adalah kemungkinan yang ditasbihkan bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Itulah perjuangan yang sedang diyakini oleh kelompok ODHA saat ini. Penuh harapan dan selalu ingin mengubah keadaan yang membanggakan. Seperti yang dialami AR...(more)
  • Mengenang Komitmen Sanur MENITI HIDUP LEBIH BAIK (Edisi XI/2012)Perhelatan besar di dunia internasional setiap tanggal 1 Desember adalah Hari AIDS sedunia. Hari itu mengajak warga dunia untuk menorehkan kembali tentang kumpulan dari segala penyakit yang mempengaruhi tubuh manusia, dimana sistem kekebalan tubuh melemah dan tidak dapat merespon sesuai...(more)
  • “TIDAK PAS UNTUK BALI” (Edisi X/2012)Semakin menjamurnya tempat hiburan malam di wilayah Bali, di satu sisi memang memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat. Perputaran uang dari bisnis ini lumayan tinggi. Namun bagi pengamat ekonomi Gede Made Sadguna, keberadaan tempat-tempat hiburan tersebut tidak seharusnya...(more)
  • SEDAPNYA ATMOSFER DUNIA MALAM (Edisi X/2012) Sinar laser beragam warna beradu, menusuk setiap sudut ruang. Tubuh-tubuh yang bergerak ritmis, seolah berbalut busana warna-warni. Musik berdentum kuat hingga menggetarkan dada. Atmosfer ruangan menebar aroma alkohol . Perempuan bertubuh seksi sensual bergerak ritmis menggoyang badan. Wow...(more)
  • “DI BALIK PIRINGAN HITAM” (Edisi X/2012)Diskotek dan tempat clubbing, tidak lepas dari “pawang” piringan hitam yang dikenal  disc jockey (DJ). Disc jockey atau joki cakram yang kerap juga disebut hanya deejay adalah seseorang yang terampil memilih dan memainkan rekaman suara atau musik yang telah direkam sebelumnya. Media hasil...(more)
  • KETIKA HARGA SEMBAKO MELANGIT (Edisi IX/2012)Ketika harga bahan-bahan kebutuhan pokok melangit jelang Hari Raya Idul Fitri dan Galungan, Agustus lalu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) se-Bali tidak tinggal diam. Pasar murah digelar serentak di 35 desa di seluruh Bali.  Ni Made Wenten tampak agak kelelahan membawa satu karung kecil beras...(more)