Jumat, 17 Februari 2012

Subsidi Pupuk Seret IKUTI PROGRAM YARNEN BALI MADANI (Edisi II/2012)

Rencana pemerintah untuk menghapus subsidi pupuk urea bukannya kabar burung. Nyatanya, memasuki tahun 2012, pemangkasan sudah dilakukan. Belum lagi, petani mengeluh karena harganya yang melambung di samping pengadaannya yang cukup sulit. “Dari akhir November 2011 permohonan pengadaan pupuk Urea telah diajukan, tapi sampai mendekati akhir bulan Januari 2012 belum juga datang,” keluh beberapa Pekaseh yang ditemui di sela-sela acara pertemuan bulanan yang rutin dilaksanakan. Lantas, kalau terlambat datang pupuknya, bagaimana solusinya?

Akhir November 2011 lalu,  terungkap pula hasil aplikasi pupuk kompos yang dibuat kelompok petani melalui proses fermentasi dengan pupuk Agrodyke sebagai penyempurnanya. “Awalnya, karena bantuan pupuk lambat datang, saya memberanikan diri mencoba anjuran dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) ikut pelatihan yang dipandu oleh Wayan Sandi, dari unit Agro Koperasi Kharisma Madani,” terang Nyoman Linggih, petani dari salah satu subak di Denpasar Timur. Dikatakan, proses pembuatannya langsung di belakang kandang sapi, sehingga tidak perlu biaya angkut yang tinggi. Hanya saja, hasil pupuk yang telah difermentasi perlu diberi peneduh agar tidak terkena air. Setelah diaplikasikan, hasilnya lebih baik. “Biaya usaha tani lebih murah karena tidak membeli pupuk dasar, cukup hanya Agrodyke saja, gabahnya lebih bernas dan lebih berat, berasnya terlihat lebih bening,” terangnya.

Lain lagi dengan cerita pengalaman Wayan Arya, petani di Singapadu, Gianyar. Saat mengairi sawah setelah selesai panen, kotoran sapi tersebut langsung ikut dialirkan. Selanjutnya disemprot dengan 10 sendok pupuk Agrodyke yang dilarutkan ke dalam satu tangki (14 liter).

“Saya mencoba dengan cara tersebut karena ingin mengetahui hasilnya. Ternyata biaya produksinya lebih murah, dan menurut petunjuk Wayan Sandi, hasil secara kuantitas akan mulai terlihat pada panen ketiga.
Memang seperti itu terobosan yang dilakukan guna mendukung program Yarnen (Bayar Panen) Bali Madani, mengingat banyaknya potensi sumber setempat yang bisa digunakan sebagai bahan dasar. Lain daripada itu, bagi kelompok tani atau subak yang ikut program Yarnen, mampu mendapatkan penghasilan yang layak karena berkurangnya biaya produksi. Yang paling ditekankan, dengan pupuk buatan sendiri tentu cara pengaplikasiannya tidak berubah-ubah. Dari sinilah petani akan banyak belajar di lapangan sesuai dengan evaluasi atas takaran penggunaan pupuk organik yang diproduksi sendiri.

“Dengan mengikuti program Yarnen Bali Madani, berarti mulai dari pengolahan lahan sampai padi masak susu, menggunakan pupuk Agrodyke. Dan, hasil panennya akan dibeli oleh Koperasi Kharisma Madani,” jelas Wayan Cita, Kepala Bidang Pengkajian Teknologi Dinas Pertanian dan Hortikultura Denpasar.
Dikatakan, kemitraan koperasi dengan Dinas Pertanian Denpasar pada tahun 2011 lalu dimulai dengan mengikutsertakan Unit Agro dalam program Sekolah Lapang Pertanian Tanaman Terpadu (SLPTT). Untuk program tahun 2012, bantuan bibit akan diupayakan, namun petani diwajibkan mengaplikasikan pola tanam Legowo 4 : 1 dengan arah Utara – Selatan. Agar seluruh tanaman padi mendapatkan sinar secara utuh dari pagi hingga sore harinya. Kemudian, dari Unit Agro akan lebih banyak mendorong petani membuat pupuk kompos sendiri. Selain biaya yang dikeluarkan lebih sedikit, kesehatan petani lebih terjaga dengan mengelola yang serba organik.

Keberhasilan Secara Terbuka
Keberhasilan Mangku Madri dan Nyoman Rajin di Subak Margaya di wilayah Denpasar Barat pada panen yang baru saja berlalu, juga memacu keinginan petani dari subak lainnya untuk mengikuti program Yarnen Bali Madani. Hal tersebut terungkap pada pertemuan seluruh pekaseh yang diadakan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Denpasar Barat, 19 Desember 2011 lalu.

“Untuk memudahkan petani, agar pupuk Agrodyke ditempatkan di kantor BPP Denpasar Barat saja,” terang Made Nuana, koordinator BPP Denpasar Barat. Diimbau agar segera menyiapkan waktu untuk mengikuti pelatihan pembuatan kompos fermentasi. Dan juga diingatkan agar menjelang panen nantinya diminta kepada para pekaseh untuk berkoordinasi dengan koperasi, kemana hasil panen tersebut akan diproses. Pasalnya, koperasi juga bekerjasama dengan penyosohan padi untuk mendapatkan berasnya.

Satu hal yang cukup mendasar dari program Yarnen Bali Madani, yakni cara panen dikembalikan kepada keinginan sebagian besar petani. Mekanisme yang terjadi selama ini di mana mereka lebih memercayakan hasil panennya dikelola oleh para tengkulak. Apa yang pernah ditawarkan koperasi dengan cara panen dihargai per kilogram gabah rupanya memerlukan pembuktian secara perlahan. Tujuannya, petani maupun koperasi bekerjasama secara terbuka. Dan yang utama, pembuktian hasil, mana yang lebih menguntungkan apakah dengan dijual sewaktu padi masih berdiri atau dipanen dulu lalu ditimbang?
“Diyakini pada suatu saat nanti tentu akan bisa diubah yakni dengan terus mencoba pola tersebut,” jelas Nyoman Rajin, ketua Unit Prasarana dan Sarana Subak Margaya, Denpasar Barat. (cuk)                  
Bagikan

SAJIAN TERBARU LAINNYA

  • SEBUAH PERAYAAN SEKADAR “ NGE-POP” (Edisi II/2013)Valentine Day menyimpan banyak pertanyaan  tentang nilai. Kali ini seorang budayawan  membedah arti perayaan Valentine Day, untuk menjadi renungan banyak orang. Tentu segalanya agar tak terkesan latah dalam berbudaya. Redaksi memilih seorang budayawan yang cukup tajam dalam pengamatan dan...(more)
  • MENEMUKAN VALENTINE YANG LEBIH UNIVERSAL (Edisi II/2013) Martir itu bernama Santo Valentinus. Ia menggoreskan pesan tentang keyakinannya pada kasih sayang, saat detik-detik sebelum hukuman mati dilaksanakan. "Dari Valentinusmu," tulisnya. Valentinus secara sadar melanggar larangan menikah yang digariskan oleh Raja Roma Claudius II (zaman itu raja...(more)
  • KASIH SAYANG SEPANJANG ZAMAN (Edisi II/2012) Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE ...(more)
  • BISNIS KASIH SAYANG ALA PANTAI KUTA (Edisi II/2013)Valentine Day yang menembus hampir semua usia, semua lapisan dan pelosok sebagai Hari Kasih Sayang, juga dirasakan merambah dunia pariwisata. Dunia pelancongan ini memang dikenal toleran terhadap sesuatu yang  baru termasuk budaya popular. Begitu juga bisnis akomodasi wisata di Bali. Bali,...(more)
  • DESA ADAT SEBAIKNYA PASIF (Edisi I/2013)Semarak Tahun Baru 2013 di Bali, tentu tak bisa dihindari. Berbagai niat dan ekspresi kegembiraan selalu mewarnai. Ada perbedaan tentunya dengan Tahun Baru Caka yang menjadi tradisi masyarakat Hindu Bali pada momen ini. Hampir seluruh kegembiraan yang rutin dalam pergantian tahun selalu ditandai...(more)
  • PERGANTIAN TAHUN MENJELANG, UANG BERPUTAR KENCANG (Edisi I/2013)Bali masih menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan. Apalagi di momen menjelang pergantian tahun, selalu menjadi wisata menarik dengan berbagai suguhannya. Terbukti dari tahun ke tahun, selalu saja wisatawan nusantara maupun dunia mendambakan pemandangan tersendiri di Pulau Dewata ini. Tak...(more)
  • MEMBERI MAKNA PADA PERGANTIAN TAHUN (Edisi I/2013)Pergantian tahun atau yang lazim disebut tahun baru, bagi tiap daerah dirayakan dan dimaknai dengan tradisi sendiri. Pun masyarakat Bali demikian adanya, ketika Tahun Baru Caka, datang. Tiap daerah memiliki tradisi berbeda secara ritual maupun spiritualnya. Ida Pedanda Gede Telaga, salah seorang...(more)
  • POSKO TAHUN BARU MARAK Bermanfaat atau Berlebih? (Edisi I/2013)Perayaan penghujung tahun tentu sah-sah saja. Pesta dan perayaan kecil memang selalu terlihat berulang mewarnai tutup tahun dan menyambut datangnya tahun baru. Ada rona kemeriahan dan kegembiraan di setiap sudut kota dan di banjar-banjar.  Kewajaran berpesta diamini oleh seorang aktivis muda...(more)
  • URUSAN PEREMPUAN, URUSAN SEMUA LINI (Edisi XII/2012)Hari AIDS Sedunia (HAS 2012) tengah melansir isu besar yang menjadi fokus utama dewasa ini -- perempuan dan anak. Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar, Tri Indarti, tema HAS tersebut sangat beralasan. “Data dari nasional hingga daerah, semua mendapati  bahwa kasus...(more)
  • UJICOBA TERAPI AIDS DENGAN REKAYASA GENETIKA (Edisi XII/2012)Penyakit HIV-AIDS hingga kini tetap belum dapat disembuhkan. Terapi kombinasi obat-obatan memang secara medis dapat mengendalikan serangan penyakit AIDS, namun efeknya hanya untuk memperpanjang umur penderita. Kini sejumlah ilmuwan dari Amerika Serikat melakukan uji coba pengobatan HIV-AIDS...(more)
  • PERAN KAUM MUDA CUKUP SIGNIFIKAN (Edisi XII/2012) Persoalan perempuan dan anak tak bisa dipecahkan sendiri. Semua pihak berkepentingan untuk menyelamatkan generasi. Dan isu HIV/AIDS adalah bagian penting yang terintegrasi dari kehidupan sosial perempuan dan anak. Begitu juga yang didengungkan dalam tema Hari AIDS Sedunia (HAS 2012). Persoalan...(more)
  • SINERGI BERBAGI PERAN ADALAH KUNCI (Edisi XII/2012)Hari AIDS Sedunia (HAS), diperingati setiap tahun oleh seluruh negara. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat tengah menyiapkan rangkaian HAS dengan berbagai hal. Buku pedoman pun tengah dilansir melalui Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak Republik...(more)
  • MENCEGAH DAN MENGENDALIKAN BERSAMA (Edisi XI/2012)Data statistik Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) tentang kasus HIV/AIDS di Indonesia  menunjukkan secara komulatif kasus ini per 1 April 1987 hingga 30 Juni 2012 memiliki total jumlah yang terinfeksi di Indonesia sebanyak 86.762 orang. Sedangkan yang sudah dalam tahapan AIDS di Indonesia,...(more)
  • MENGELOLA RISIKO DENGAN POSITIF DAN KONSTRUKTIF (Edisi XI/2012)Awal Oktober lalu, RSUD Badung menolong persalinan ibu yang teridentifikasi ODHA. Ibu rumah tangga berusia 30-an tahun itu, melahirkan bayinya dengan operasi caesar yang disarankan oleh dokter. Tak ada kelainan fisik apapun pada bayi. Hanya saja menunggu 18 bulan lagi untuk mengetahui sang bayi...(more)
  • SUARA ODHA MENOLAK DISKRIMINASI (Edisi XI/2012)Lika-liku, penuh kenangan. Kesedihan berubah menjadi kebanggaan adalah kemungkinan yang ditasbihkan bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Itulah perjuangan yang sedang diyakini oleh kelompok ODHA saat ini. Penuh harapan dan selalu ingin mengubah keadaan yang membanggakan. Seperti yang dialami AR...(more)
  • Mengenang Komitmen Sanur MENITI HIDUP LEBIH BAIK (Edisi XI/2012)Perhelatan besar di dunia internasional setiap tanggal 1 Desember adalah Hari AIDS sedunia. Hari itu mengajak warga dunia untuk menorehkan kembali tentang kumpulan dari segala penyakit yang mempengaruhi tubuh manusia, dimana sistem kekebalan tubuh melemah dan tidak dapat merespon sesuai...(more)
  • “TIDAK PAS UNTUK BALI” (Edisi X/2012)Semakin menjamurnya tempat hiburan malam di wilayah Bali, di satu sisi memang memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat. Perputaran uang dari bisnis ini lumayan tinggi. Namun bagi pengamat ekonomi Gede Made Sadguna, keberadaan tempat-tempat hiburan tersebut tidak seharusnya...(more)
  • SEDAPNYA ATMOSFER DUNIA MALAM (Edisi X/2012) Sinar laser beragam warna beradu, menusuk setiap sudut ruang. Tubuh-tubuh yang bergerak ritmis, seolah berbalut busana warna-warni. Musik berdentum kuat hingga menggetarkan dada. Atmosfer ruangan menebar aroma alkohol . Perempuan bertubuh seksi sensual bergerak ritmis menggoyang badan. Wow...(more)
  • “DI BALIK PIRINGAN HITAM” (Edisi X/2012)Diskotek dan tempat clubbing, tidak lepas dari “pawang” piringan hitam yang dikenal  disc jockey (DJ). Disc jockey atau joki cakram yang kerap juga disebut hanya deejay adalah seseorang yang terampil memilih dan memainkan rekaman suara atau musik yang telah direkam sebelumnya. Media hasil...(more)
  • KETIKA HARGA SEMBAKO MELANGIT (Edisi IX/2012)Ketika harga bahan-bahan kebutuhan pokok melangit jelang Hari Raya Idul Fitri dan Galungan, Agustus lalu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) se-Bali tidak tinggal diam. Pasar murah digelar serentak di 35 desa di seluruh Bali.  Ni Made Wenten tampak agak kelelahan membawa satu karung kecil beras...(more)